120 Orang Dokter Ahli Tangani Proses Cangkok Hatiku. Masihkah Kau Mengeluh?

Ghea Mirrela
Karya Ghea Mirrela Kategori Kisah Inspiratif
dipublikasikan 24 Januari 2016
120 Orang Dokter Ahli Tangani Proses Cangkok Hatiku. Masihkah Kau Mengeluh?

Namaku Daffa Delfira. Aku Putri tunggal dari Mama Rita Mailinar dan Ayahanda Hermanjal. Aku lahir di Meukek. Aceh pada tanggal 27 Juli 2013. Sejak lahir tubuhku sudah menguning. Mama dan Ayah tidak tau persis apa penyebab tubuhku menguning. Hal ini disebabkan keterbatasan informasi yang beliau dapatkan.

Mama dan Ayah membawaku ke rumah sakit Zainoel Abidin. Banda Aceh. Saat itu aku sudah berusia 9 bulan dan mengalami sirosis liver. Sehingga satu-satunya jalan untuk mendapatkan kesembuhanku adalah operasi cangkok hati. Aku sekarang menjadi salah seorang pejuang Atresia Bilier.

Atresis Bilier adalah suatu kondisi dimana saluran empedu tidak terbentuk dengan sempurna yang menyebabkan kerusakan pada organ liver dalam kurun waktu kurang dari 90 hari (http:/www.hatiuntukdaffa.com). Tidak ada jalan lain untuk mendapatkan kesembuhanku selain cangkok hati. Aku harus mendapatkan hati baru. Aku ingin sembuh. Aku harus bisa. Aku sadar untuk biaya cangkok hati dibutuhkan dana sekitar 800 juta- 1 Milyar rupiah jika transplantasi dilakukan di RSCM. Indonesia

Mama dan Ayah mengurus kartu BPJS untukku. Pihak BPJS tidak akan menanggung semua biaya cangkok hatiku. Aku sadar bukan aku satu-satunya orang yang ingin sembuh, tetapi aku yakin akan banyak tangan-tangan yang mau mengulurkan tangannya untuk membantuku. Insyallah

Pengalangan dana untukkupun dimulai. Mama dan Papa berjumpa dengan Om Tengku Adri. Beliau adalah Direktur Nyfara Foundation. Sebuah lembaga yang memberikan perhatian khusus untuk anak-anak pejuang hati. Nyfara siap membantu penggalangan dana setelah tau secara medis siapa yang akan menjadi pendonor untukku. Aku harus memiliki berat badan ideal untuk bisa melakukan cangkok hati. Aku berjuang untuk itu meski untuk minum susu melalui saluran hidungku. Sakit rasanya, tetapi aku harus kuat. Kadang ada rasa perih saat slang itu masuk kelubang hidungku. Kadang aku hanya bisa menangis.

Alhamdulilah, Setelah melewati berbagai proses panjang. Mama akirnya bisa menjadi pendonor untuk menganti hatiku dengan yang baru. "Mama, Semoga Allah SWT selalu melimpahkan kesehatan dan kekuatan untukmu beserta rezeki yang berlimpah bagi orang-orang yang sudah mau memperjuangkan kesembuhanku".

Semakin hari semakin banyak yang mendukung kesembuhanku baik dari pihak pemerintah Aceh, Masyarakat hingga TV nasional. Pada tanggal 1 April 2015, Global TV meliputku. Ada secercah kebahagian yang aku rasakan. Aku semakin dekat menjemput kesembuhanku

Bahkan kak Indah Nevertaripun Mendukung kesembuhanku seperti halnya kak Ryu yang sudah selesai melakukan cangkok hati beberapa waktu lalu di Jepang. Aku senang ketika Mama bercerita banyak yang mengirimkan photo-photo untuk kesembuhanku. Dunia masih peduli padaku. Dana terus saja mengalir. Insyallah tanggal 1 Agustus 2015, aku akan melakukan cangkok hati. Bismillah

Pada bulan Juli 2015, Pihak Nyfara foundation sudah menyebarkan info untuk mencari para pendonor darah untukku. Paling tidak dibutuhkan 15 orang calon donor darah golongan B- . Darah ini digunakan untuk berjaga-jaga jika seandainya stok rumah sakit tidak memenuhi jumlah kebutuhanku selama proses cangkok hati.

Pada tanggal 1 Agustus 2015. Ini saat yang aku nantikan. Aku siap untuk menjalankan proses cangkok hati yang ditangani oleh 120 Dokter Ahli. Di dalam ruangan hanya ada dokter inti. Para dokter yang lain silih berganti masuk sesuai dengan bidang keahlian mereka. Proses ini berlangsung selama 12 jam. Wakil Direktur Pelayanan Medis RSUZA Banda Aceh, Dr dr Azharuddin SpOT (K) Spine FICS yang ikut mendampingi langsung proses operasi di RSCM bersama Direktur RSUZA ( dikutip dari www.hatiuntukdaffa.com). Proses cangkok hatiku dipimpin oleh Prof. Kasahari. Beliau adalah pakar cangkok hati dari Jepang. Proses cangkok hatiku berjalan bersamaan dengan mama. Namun kami berada di ruangan yang berbeda. Mereka sangat menjagaku. Tidak boleh sembarangan orang bisa menjegukku. Kondisi kamarku harus steril. Setelah cangkok hati, aku harus meminum obat-obat anti penolakan untuk menjaga kesehatan tubuhku. Aku harus cek secara berkala, begitupun dengan mama. Hampir satu bulan lamanya aku berada di RSCM pasca proses cangkok hatiku.

Ini kondisiku pasaca transplantasi pada tanggal 09 September 2015. Wajahku tidak lagi menguning.? Aku yang selama ini berada di Ruang ICU sudah dipindahkan ke Paviliun Tumbuh Kembang Anak. Aku juga sudah di perbolehkan menghirup udara luar meski masih disekitar taman RSCM. Aku sudah bisa berjumpa dengan Mama dan Ayah. Rindu rasanya. Sekarang aku sudah bisa tersenyum lepas. Aku ingin segera bisa pulang.

Aku sudah melewati semua tahapan ini dengan sangat indah. Allah SWT ternyata lebih sayang padaku. Ia menjemputku pada tanggal 29 November 2015. Sebenarnya setelah pasca cangkok hati aku sudah melewati beberapa operasi terkait infeksi yang terjadi di tubuhku. Aku tau pihak Tim Medis dan keluarga sudah melakukan semaksimal yang mereka bisa.

?

Ini rumah terakirku. Aku sekarang benar-benar sudah sembuh. Allah SWT telah menyiapkan syurga untukku. Aku bisa berkumpul dengan teman-teman Atresia Bilier yang sudah lebih dahulu bermain di Syurga. Setiap hari ada satu anak Atresia Bilier yang meninggal di Indonesia. Masyarakat masih banyak yang awam tentang AB ini. Aku ingin sepeninggalku Mama, Ayah dan para pejuang AB lainnya mengiklaskan kepergianku. Tubuhku memang telah pergi tetapi cintaku akan selalu ada untuk kalian. Semangatku akan selalu ada untuk kalian semua. Jika kalian benar-benar mencintaiku, Bantu aku untuk menyebarkan edukasi tentang Atresia Bilier semampu kalian.

Untuk teman-teman yang sedang berjuang. Percayalah akan selalu ada celah untuk bahagia. Jika aku mampu menghadapi 120 dokter ahli. Apakah masih ada alasan untukmu mengeluh?

?

Sumber : Info dari kedua orangtua Daffa

Fanpage : Hati untuk Daffa

Web?????? : www.hatiuntukdaffa.com

?

  • view 1 K