Surat Mawar untuk Maple

Ghea Mirrela
Karya Ghea Mirrela Kategori Kisah Inspiratif
dipublikasikan 23 Januari 2016
Surat Mawar untuk Maple

?

Biarkan Maple itu tetap berjuang dan tinggalkan Mawar . Biarkan Mawar jatuh berguguran. Tinggalkan mawar dalam gelap gempita Palestina. Lupakan janji kita akan tentang kemerdekaan negeri ini Maple. Kau dengan Maple mu. Biarkan ku terbelenggu meski kau tau peluru-peluru itu bisa saja menembus tubuh ku yang semakin rapuh. Kau selalu bisa menggapai maple mu Maple. Aku hanya bisa mendengar kabar keberhasilan mu dari siaran radio usang di balik deru tank baja yang datang silih berganti.

Maple masih ingatkah kau akan peristiwa 10 tahun silam pada malam itu?. Ketika seorang relawan datang memilih salah satu diantara kita. Dia sosok laki-laki kekar keturunan Arab Saudi dan Amerika Latin itu berbicara dengan bahasa arab. Ia hanya bisa membawa salah satu diantara kita disebabkan administrasi yang begitu ketat apalagi kita yatim piatu yang di tinggal mati oleh kedua orang tua karena Bom itu hanya menyisakan kau dan aku di tanah tandus ini, di area berbahaya ini. Para pembela islam menyelamatkan kita dan menititpkan kita di panti asuhan nan serba tidak berkecukupan ini. Lelaki kekar itu memilih aku yang akan di bawa. Dia berjanji akan menyekolahkan ku. Membahagiakan ku dan mengapai impian ku. Bahagia rasanya jiwaku karena sebentar lagi aku akan keluar dari lorong hitam ini. Lorong yang tanpa celah cahaya ini. Hanya dinding-dinding tanah yang kadang begitu sangat dingin jika malam datang. Ku lihat wajah mu begitu murung saat lelaki kekar itu mengatakan bahwa aku yang akan pergi.

Begitu dalam rasa cinta ku pada mu Maple karena hanya kau satu-satunya orang yang ku anggap sebagai keluarga ku. Kita sama-sama terhening meski suara bom di sana-sini masih terdengar sangat jelas di dalam lorong yang hanya di hiasi lentera kecil ini. Dalam jarak yang tak begitu jelas ku lihat bulir-bulir kecil membasahi pipi bulat mu. Aku tak tega dan aku tak akan meninggalkan mu saudara ku. Ku meranggkul mu begitu erat. Semuanya menatap pada kita. aku tak tau apa yang ada di benak mereka masing-masing. Maple aku memutuskan untuk tetap tinggal agar aku bisa selalu bersama mu. Senada kemudian petugas panti mengatakan kalau satu persatu dari kami di usahakan untuk memiliki orang tua angkat. Tak ku sangka, Maple mengacungkan tangannya bahwa dia yang akan ikut dengan lelaki kekar itu. Inilah titik kelemahan ku, aku hanya mampu diam dan mengizinkan mu pergi. Tidak ada pilihan lain, aku mengiklaskan mu pergi Maple. Sebelum kau pergi kau sempat membisikan ?Mawar, 10 tahun lagi aku akan datang, aku akan membawa mu pergi, kita akan bahagia dan kau tidak akan lagi mendengar letusan bom?. Dan aku pun tak tau kenapa aku di beri nama ?Mawar?

Lelaki kekar itu membalut tubuh mu dengan sebuah karung agar kau tak terlihat oleh musuh. Malam itu juga, sebuah pesawat mendarat yang ku dengar. Sayup-sayup mataku melihat di sudut lorong ini kau pun berlalu. Hari demi hari ku lewati tanpa mu di psanti asuhan ini. Kami disini hanya memakan roti gandum sisa dan itu pun harus kami bagi sama rata. Satu persatu anggota di panti ini ada yang di bawa pergi dan tak jarang pula yang meninggal di lorong ini karena gizi buruk yang kami derita. Kami tidak menyalahkan siapa-siapa, Inilah takdir Tuhan, aku hanya bisa pasrah dan Berdoa agar kami bisa lepas dari kegelapan ini. apa yang bisa aku lakukan? Tak ada. Hanya ada dua pilihan yakni tetap di lorong ini atau jadi santapan amunisi. Setiap minggu ada saja pendatang baru yang masuk, ada yang tubuhnya masih lengkap bahkan tak jarang sebagian kaki atau tangannya sudah hancur karena ledakan bom. Aku rindu pada mu Maple.

Desember 2012, sepuluh tahun sudah kau pergi Maple. Aku masih menunggu mu. Akir-akir ini ku dengar di Radio bahwa kau telah sukses bahkan kau satu-satunya diantara kami yang berhasil mengapai kemerdekan?mu?. Kau menjadi pembicara hebat di Negara laki-laki yang bertubuh kekar yang membawa kau dulu saat kau berumur 12 tahun. Maple apa kabar kau disana? Masih ingatkah kau akan janji yang sempat kau bisikan itu? Aku menanti mu untuk kembali meski saat kau hadir satu kaki ku sudah di amputasi karena tertimpa besi besar saat aku mencoba keluar mencari air di padang tandus ini. Maple ku dengar kau sudah mahir berbahasa asing. Aku bangga punya kau Maple, bagaimana dengan mu? Maple aku rindu akan hadir mu dan aku akan selalu setia menunggu mu sahabat ku, saudara ku. Mawar selalu mendoakan mu dalam kegelapan ini?.

??????????? Aku hanya mampu terhenyak ketika aku kembali ke tanah Palestina ini, Mawar ku sudah hilang. Hanya selembar surat usang itu yang aku temukan di balik kain usang yang biasa di gunakan Mawar untuk sajadahnya. Surat yang sudah tertimbun oleh gunungan tanah. Tak ada manusia yang tersisa satu pun manusia dalam lorong yang menjadi tempat tinggal ku bersama mawar 12 tahun silam. Aku Egois, aku hina. Aku tinggalkan tanah kelahiran ku. Aku Tinggalkan saudara ku. Aku lupa akan janji ku pada Mawar.

?

  • view 242