Aku ingin membangun cinta, bukan Jatuh Cinta

Ghea Mirrela
Karya Ghea Mirrela Kategori Cerpen/Novel
dipublikasikan 24 Maret 2017
Aku ingin membangun cinta, bukan Jatuh Cinta

Aku takut untuk memulai membangun cinta lagi setelah apa yang selama ini aku percayakan kandas di hari yang paling kunantikan sepanjang hidupku. Hidupku berantakan tanpa ada arti. Aku menghabiskan hari-hari hanya untuk sesuatu hal yang tidak akan pernah kembali. 

Lelaki silih berganti mendatangi, ada yang hanya sekedar singgah, ada yang ingin menetap. lagi dan lagi aku gagal untuk menatanya. Aku ingin sendiri! Itu ujarku kepada mereka. Jangan pernah desak aku. Ini hidupku, aku yang menjalani dan aku yang merasakan perihnya sebuah pengkhianatan. Aku merutuki diriku sendiri.

Satu per satu diantara mereka mulai menjauh, akupun tak mengubrisnya dan sesekali aku menertawakan kekonyolan yang sudah aku lakukan kenapa aku terlalu sadis terhadap diriku. Aku hanya ingin mawarku mekar kembali saja, namun terlalu sulit untuk ia bisa tumbuh, berakar dan berbungga lagi. Itu fikirku kala itu.  Aku membiarkan para lelaki bertanya jawab dan aku menjawab sesuka hatiku yang mungkin saja membuat mereka kesal. Ah, Sudahlah

Tentangmu? Ia kamu yang sekarang mengisi hari-hariku. Kamu yang sebentar lagi hampir 8 bulan saling kenal. Ia, mengenalmu hanya sebatas teman dan tak pernah terlintas untuk lebih. Pose photo-photo kita bersamamu pun tidak ada yang menunjukkan hal yang istimewa bahkan photo pada saat kamu memberikan satu bucket mawar dalam sebuah event yang pernah kita lewati, aku anggap hal yang biasa. Tidak jarang, kamupun menemaniku pulang. Kita tertawa lepas seolah tak ada beban. Kamupun dengan senang hati menjadi sandaranku untuk menjadi teman curhat. Ah!

Seiring berjalannya waktu, tepatnya 11 Maret 2017 lalu. Kita sengaja ingin berphoto berdua kembali, kamupun mengiyakannya. Layaknya, Ada hal yang berbeda dari tatapan matamu. Aku berusaha untuk tidak menatap matamu. Ini hanya sekedar photo, aku meyakinkan hatiku. Sejak saat itu, Kamu hadir dalam fikiranku. Tuhan! hati ini tidak tenang, apakah kamu juga merasakan hal yang sama. Aku tidak ingat persis kapan perasaan seperti ini pernah hadir di benakku.

Aku berusaha untuk tenang, lagi dan lagi aku gagal. 16 Maret 2017, tepatnya. Entah keberanian dari mana, aku memintamu untuk bisa berjumpa denganku hanya ingin tak jawaban "IYA" atau "TIDAK" bukannya jawaban yang abu-abu. Ternyata, jawabanmu sama denganku.

Aku tidak ingin jatuh cinta, aku hanya ingin membangun cinta bersamamu. Aku tak peduli apa yang orang ragukan tentangmu yang ku tau kita sama-sama berproses. Bagimu masa lalumu, bagiku masa laluku dan kita hidup untuk masa depan. Aku hanya ingin menjadi yang halal bagimu. Semoga Tuhan memudahkan semuanya. Sempurnamu adalah ketika kamu jujur tentang dirimu. Izinkan aku menua bersamamu

 

  • view 161