Secarik Kenangan Untuk Mas Miftah, Korban Pohon Tumbang UI

Ghea Mirrela
Karya Ghea Mirrela Kategori Kisah Inspiratif
dipublikasikan 09 Februari 2017
Secarik Kenangan Untuk Mas Miftah, Korban Pohon Tumbang UI

Bagaikan mimpi di siang bolong bagi kita semua ketika mendengar kabar bahwa yang menjadi korban pohon tumbang di UI pada 03 Februari lalu adalah Mas Miftah dan Mba Ana yang tidak lain, tidak bukan Mas Miftah adalah salah satu keluarga kami di PT AHZA DIGITAL STRATEGIES. Salah seorang rekan di kantor yang paling ceria. Selalu memberikan warna bagi teman-teman yang lainnya.

Mas Miftah adalah laki-laki yang pertama kali aku kenal di Kantor pada tanggal 15 Desember 2016 lalu. Beliau dengan senyum ramah lengkap dengan lesung pipi menyapa ku ramah. Beberapa hari berada di kantor aku mengetahui bahwa beliau adalah salah satu rekan yang selalu datang lebih awal padahal rumahnya jauh nun di Cibinong. Setelah beberapa hari aku mengetahui bahwa beliau juga memiliki ciri khas selalu membawa susu kotak, memakai headset sampai mengatakan bahwa ia adalah bayi kadaluarsa. He is the good one ever I met.

Mungkin Photo ini tidak terlalu bagus untuk di upload karena resolusinya yang kurang bagus. Ini photo pada saat kita Raker di Sentul, Bogor. Pada hari kedua, Kita memiliki sebuah game bola air yang saling melindungi satu sama lainnya. Mas, kamu tampak rela bekorban demi melindungi tim mu. Sekilas memang tampak tak begitu bearti. Namun, ini menunjukkan betapa setia kawannya dirimu. Kamu rela menjadi sasaran senjata air yang membasahi tubuhmu. Masih terekam indah senyum khas mu dengan lesung pipi itu

Mas, Kamu selalu bertanya kenapa aku sering mengambil photo yang tidak jelas. Ya, salah satu alasannya ini ketika orangnya sudah tidak ada, kenangan dalam photo ini masih ada. akan ada kenangan yang kelak Alfa lihat tentang sosok ayahnya yang menjadi sumber kebahagiaan bagi orang lain. Kamu selalu punya cara untuk membuat orang di sekelilingmu bahagia. 

 

Mas, hari ini adalah hari ke empat di kantor tanpa kecerian mu. Sudah tidak ada lagi yang pagi-pagi mengusiliku ataupun Zilfi. kamu yang dengan ciri khas pake sweater dan tentengan sambil minum susu kotak bilang "Gw bayi kadarluarsa, Ge". kamu, orang yang pertama cepat akrab dengan ku. Pacu-pacuan datang pagi sebelum Rival ada. Sering nanya, "Kakak Gheaaa besok bawa apa? " sambil ketawa lepas khas mu. Ya, you know how to make people comfort with you. Kadang kamu memanggil ku "Ge, Ghea, Neng, Kakak, Bos" suka-suka dirimu bae dah mas.

Bulan lalu kamu mengajarkan ngoding dasar . Lantas kamu memberikan aku earphone ini

. Insyaallah, akan aku gunakan untuk dengar murattol dan pastinya yang bermanfaat.

2 minggu lalu, saat sharing ide kamu entah sadar entah tidak minta ada satu storage penyimpanan data meski orangnya ngk ada, kantor masih punya back up .

Kamis dan jumat pagi kamu tidak biasanya minta di belikan soto Mie karena biasa kamu membawa sarapan sendiri. Jumat siang cuma kita berdua tinggal di ruangan sebelum aku berangkat ke IFW di JCC. Kamu bilang, "Tega lu Ge ninggalin gw sendiri, ah ngk Setia lu ama gw". Masih dengan candaan yang khas, Mas. Ternyata itu adalah candaan terakhir kita.

Hari ini kantor serasa kamu cuti saja, berharap semua mimpi tapi ini takdir Allah SWT. Mas dan mba Ana liat ini betapa orang sangat sayang kepada kalian berdua. Mereka peduli sama Alfa. Insyaallah, Alfa akan tumbuh menjadi anak yang hebat dan kuat seperti kedua orangtuanya.

 

Di hari ini juga mas, Kami di datangi oleh Mas Iqbal, sahabat mu yang menggalang dana di https://m.kitabisa.com/tributeformiftah . Beliau datang hari ini melihat kursi dan meja yang biasa kamu  gunakan untuk bekerja. Seolah ada nyawamu kembali hadir ke ruangan ini.

Di jam yang sama Pak Apong Pak Hilmy dan Mas Fachry mengunjungi Alfa. Ia tampak senang dan sehat mas. Ia akan tumbuh menjadi Miftah Junior yang kuat. Alfa anak yang tidak rewel ia sangat tenang dan ceria. Pastinya, Ia akan bangga memiliki kedua tua seperti kamu dan Mba Ana Mas

Semoga Allah melapangkan kubur mu bersama mba Ana yang menjadi Cinta kamu dunia dan akhirat. Meski kamu udah meninggal, kenangan dan ilmu yang lu berikan akan selalu ada.

Selamat jalan Mas Miftah, Meski tubuhmu sudah tidak ada di ruangan ini tetapi kita, Aku, Young Ahza (Fahmi, Zilfi, Oman, Fadly, Arif, Pak Yudhi, Rival) Pak Ismail, Mas Reza, Mba Dian, Pak Apong, Pak Hilmy, Mas Rheza, Mas Fachry akan selalu merindukan mu. Selamat jalan salah seorang sosok terbaik yang ternah aku temui. Jadilah Syuhada-Nya.

 

  • view 300