Untuk Diingat (Anakku)

geolwe
Karya geolwe  Kategori Renungan
dipublikasikan 03 November 2016
Untuk Diingat (Anakku)

Aku tidak tahu kamu akan memanggil aku apa anakku..ibu, bunda, bubu? :)

Aku tidak tahu juga apa kita akan bertemu..

Anakku..aku membuat ini, agar aku selalu ingat dan mungkin agar kamu juga tahu, aku ingin jadi ibu yang seperti apa untukmu..

Mungkin, jika kamu pernah mendengar teman-temanku bercerita bahwa saat aku muda, aku takut punya anak.. atau merasa punya anak adalah beban yang sangat berat..

Mereka benar..aku memang pernah berkata seperti itu..

Tetapi kamu harus tahu yang sebenarnya, aku hanya ingin menerima dan menemuimu di saat aku sudah siap, untuk itu aku belajar dan mencari informasi sebanyak-banyaknya  agar aku dan kamu bisa menjalani dunia ini sama-sama..

Ya..sama-sama anakku..

Aku ingin kita bisa bersama-sama belajar..

Aku perlu belajar, agar saat kamu masih kecil..

Aku menjadi sumber pengetahuan pertamamu mengenai banyak hal, mulai dari pengetahuan hingga perasaan apa itu bahagia, kasih sayang, apa itu menolong, bahkan apa itu sakit ataupun marah..

Aku menjadi orang yang bisa meyakinkanmu bahwa kamu bisa menjelajahi dunia ini dengan tangan dan kaki kecilmu..agar kamu berani..

Aku menjadi orang yang akan bilang bahwa kamu adalah kebanggaanku, kamu adalah salah satu sumber kebahagiaanku selain ayahmu (hehe)..agar kamu memiliki kepercayaan diri.. 

Aku menjadi orang yang selalu ada disaat kamu butuh aku..

Aku menjadi orang yang kuat dan tegas, agar aku benar-benar bisa memberitahumu mana yang baik dan mana yang salah..karena di sisi lain, aku sendiri pasti merasa sedih dan merasa bersalah karena harus mengomelimu..

Saat kamu mulai remaja..mungkin bukan aku pusat duniamu..

Disinilah aku ingin kita benar-benar sama-sama menjalani dunia ini..

Aku akan meminta bantuanmu anakku, untuk kamu mau menyertakan aku dalam kehidupanmu..

Di saat-saat remaja, bantu aku untuk mengerti dan beritahu bagaimana aku berperilaku agar kita berdua bisa sama-sama mengerti, menjalani dan melewati masa-masa remaja yang terkenal sangat rawan ini..

Aku ingin ikut bahagia saat kamu menemukan orang yang kamu sukai untuk pertama kali..

Aku ingin heboh bersamamu saat kamu membicarakan hari-hari remajamu, mulai dari pakaian, gaya hidup, teman-temanmu, dan cita-citamu..

Atau mungkin hal-hal yang terkesan sangat filsafat, seperti eksistensi diri atau apapun itu hingga kita bisa begitu serius diskusi..

Aku ingin memelukmu di saat kamu dikhianati orang-orang yang mengaku temanmu atau bahkan saat kamu merasa kesepian..

Aku ingin sama-sama menangis mungkin saat kamu putus untuk pertama kalinya dengan pacarmu..

Kita juga mungkin akan bertengkar, terkadang disaat keegoisanku kambuh dan merengek untuk beberapa hal, semisal minta boleh memelukmu..kamu terpaksa harus mengalah karena terkadang kamu juga bisa lebih dewasa dari aku..

Mungkin kita akan benar-benar beda pendapat dan menyakiti satu sama lain akan suatu hal, misal kamu pulang terlalu malam tanpa ijin..aku marah karena aku khawatir, tetapi mungkin lebih karena aku takut kehilangan kamu..

Ahhhh..membayangkannya saja aku sudah sangat bahagia hingga menangis..mungkin kamu akan mengenalku sebagai ibu yang cengeng..karena aku mungkin akan selalu menangis saat aku bilang padamu betapa aku bangga dan bahagia memiliki kamu di hidupku, padahal hal itu sudah kuucapkan berjuta-juta kali..

Aku tahu anakku, aku tidak sempurna, aku mencobanya dan aku minta tolong nanti bantu aku..dan tolong ingatkan aku lagi..janji?

  • view 225