Mengeluh

Garry Priambudi
Karya Garry Priambudi Kategori Motivasi
dipublikasikan 28 Januari 2016
OneDayWriting

OneDayWriting


Kategori Acak

145 Hak Cipta Terlindungi
Mengeluh

"Aku tidak boleh mengeluh" sebuah kalimat yang sering kuucapkan ketika sedang dalam tekanan dan kesulitan. Entah sampai kapan aku berada dalam kondisi ini.

Tapi...

Kalau diriku yang lain boleh menjawab, "Sampai kamu kembali tegar dan bersemangat". Memangnya mengeluh itu tidak boleh? apakah tidak baik? Lalu kenapa banyak orang yang curhat tentang masalah hidupnya? Bukankah itu termasuk kategori mengeluh?

Halo? ya, halo? pertanyaanku tolong dijawab.

...

...

Ahh sudahlah, diriku yang lain tidak menjawab. Baiklah, aku mengakui mengeluh itu tidak baik dan sebaiknya susunan kalimat saat mengeluhnya di balik dengan sesuatu hal yang negatif. Jadi jika dalam matematika, kalau ada suatu hal yang negatif dikalikan dengan sesuatu yang negatif lagi maka hasilnya adalah positif. Aku pikir ini bisa berlaku dalam susunan bahasa. Mari kita coba.

Anggap aku dalam kondisi yang tertekan dan ingin mengeluh tapi dengan cara yang berbeda, mungkin akan menjadi seperti ini, "Aku lelah jika mengeluh terus, oh berarti ini saat yang tepat untuk bersemangat".

Nah, itu lebih baik dari sebelumnya. Padahal mengeluh isinya hanya itu-itu saja.

Ketika merasa lelah, mungkin kurang istirahat. Coba dengan tidur siang.

Beban pekerjaan yang tidak ada habisnya. Iya dong, memang mau jadi pengangguran? coba selesaikan masalah satu demi satu secara prioritas.

Ekonomi yang pas-pasan. Alhamdulillah, harus banyak bersyukur sudah mendapatkan nikmat dariNya.

dan... masih banyak lagi perihal mengeluh, yang sebenarnya diri kita sendiri tau apa jawaban dari keluhan diri sendiri. Lalu kenapa mengeluh? Tanya saja pada rumput yang bergoyang.

  • view 144