Episode 10: Cinta yang Belum Terkatakan

Galih Satrio Nugroho
Karya Galih Satrio Nugroho Kategori Puisi
dipublikasikan 31 Mei 2016
Episode 10: Cinta yang Belum Terkatakan

Cinta yang tersimpan, tak terkatakan adalah siksa. Kamu seharusnya tahu itu. Andai kamu menjadi aku. Andai kamu tahu bagaimana rasanya. Mungkin kamu sudah menemuiku dengan air mata. Betapa menyedihkannya hidup berteman malam. Tidur bertumpuk lembaran puisi yang dengannya aku berhasil membawamu masuk ke dalam mimpi.

Andai kamu tahu rasanya.

Betapapun itu. Akan ada saatnya, perasaan ini tunduk pada masa. Atas keheningan yang menjalar entah kemana. Atas kebisuan yang dibiarkan beku lama-lama. Aku tak pernah menyalahkan dirimu. Bahkan aku tak akan pernah menyalahkan cinta yang kubuat-buat sendiri. Aku hanya ingin menyesali segala yang terjadi lalu menyimpan semuanya rapat-rapat dalam hati.

Berharap hatiku menjadi seluas samudera dan cukup untuk menampung segala rasa termasuk sakit hati di dalamnya. Lalu aku memaafkan diri sendiri atas kebodohan manusia yang jatuh cinta. Ya, terkadang kita dibuat bodoh dalam batas-batas yang wajar. Untuk sekadar menyadarkan bahwa kita manusia biasa yang jatuh cinta.
Lalu aku akan menulis surat cinta, puisi, prosa, atau apapun untuk menghibur diri sendiri. Berharap semua pertanyaan tentang rasa akan bermuara pada jawabnya. Dan untuk menuju ke sana, hanya diperlukan waktu.

  • view 86