Episode 7: Untuk Perempuan yang Sedang dalam Penantian

Galih Satrio Nugroho
Karya Galih Satrio Nugroho Kategori Puisi
dipublikasikan 30 Mei 2016
Episode 7: Untuk Perempuan yang Sedang dalam Penantian



Menahun aku. Menanti yang tak pernah kau tunggu. Menunggu yang tak pernah kau nanti. Hingga aku. Tenggelam dalam mimpi. Terlarut dalam luka sepi. Tanpa anestesi. Luka yang kucipta sendiri.

Kebohongan memang tak pernah berjalan seiring dengan kenyataan. Maka aku berjalan sendiri. Berharap kita bertemu. Dalam satu titik di mana kita dapat jujur menjadi diri sendiri. Sedang kenyataan begitu jahat. Begitu pekat. Kita dipaksa menjadi sepasang manusia yang tak saling mengenal. Atau lebih tepatnya, dua manusia. Kita belum pernah terikat dalam kata sepasang.

Untuk perempuan yang sedang dalam penantian. Aku tak ingin kau hanya duduk manis di kursi mahoni sebuah taman. Menanti seseorang datang. Menawarkanmu cinta, dan kau pergi tanpa salam perpisahan atau lambaian tangan.

Aku hanya ingin kau beranjak. Karena menanti itu menyedihkan, kau harus tahu itu.

Itu saja.

Mungkin kau juga perlu mendengarkan lagu yang kudengarkan: Untuk Perempuan yang Sedang dalam Pelukan.

Sampai kau jatuh dalam pelukku.

  • view 205