Tentang Persaingan dan Persahabatan

Gading Aurizki
Karya Gading Aurizki Kategori Project
dipublikasikan 14 Juni 2017
Re-Post Perjalanan ke China

Re-Post Perjalanan ke China


Pada tahun 2014, ketika saya pergi ke China pada bulan Ramadhan 1435 H, saya sempat menulis cerita dan saya bagi di grup-grup WhatsApp setiap hari. Saya akan mencoba mengunggah kembali cerita-cerita tersebut dengan versi yang lebih rapi.

Kategori Cerita Pendek

174 Hak Cipta Terlindungi
Tentang Persaingan dan Persahabatan

Setelah melewati beratnya adaptasi pada hari pertama di Beijing dan saat sembilan jam perjalanan di kereta menuju Zhengzhou, akhirnya hari yang kutunggu pun tiba. Inilah saatnya aku bertemu delegasi dari negara lain dalam agenda SIAS-AUAP Global Leadership Summer Camp 2014. Agenda ini berpusat di Sias International University, sebuah universitas swasta hasil kerjasama antara China dan Amerika Serikat yang berlokasi di Kota Xinzheng, Provisi Henan, Republik Rakyat China.

Karena terlalu lama berada di perjalanan, aku melewatkan malam penyambutan peserta. Taksiku baru tiba di Xinzheng sekitar pukul 20.00, saat agenda penyambutan telah selesai. Hal itu membuatku melewatkan momen berkumpul bersama peserta dari negara lain. Aku justru bertemu teman sebangsa dan setanah air yang juga menjadi teman sekamarku: Satria (UMY), Zain (UB), dan Dicky (UBAYA).

Keesokan harinya, momen itu pun tiba. Pagi-pagi sekali anak-anak Filipina dan India sudah ramai di depan kamar. Aku pun memanfaatkan momen itu untuk berkenalan dengan mereka. Kesan pertamaku terhadap anak-anak Filipina dan India itu adalah mereka sangat banyak bicara (talkative) dan ekspresif. Sementara aku yang lebih hemat kata-kata hanya menanggapi celotehan mereka dengan senyuman.

Sekitar pukul 08.30 kami sudah harus berangkat ke pusat kegiatan, yaitu Peter Hall. Setiap hari selalu ada dua sesi kegiatan. Sesi pagi dimulai pukul 09.00 sampai 12.00. Lalu istirahat satu jam untuk makan siang. Agenda dilanjutkan sesi siang pukul 13.00 sampai 15.00. Setelah itu kegiatan elektif atau waktu bebas. Sesi pagi pada hari pertama diisi dengan sambutan dari Sekretaris Jendral Association of the Universities of Asia and the Pasific (AUAP) dan perkenalan seluruh delegasi. Inilah momen ketika aku bertemu dengan kawan-kawan senegaraku serta peserta dari berbagai negara di Asia, mulai dari Filipina, Thailand, Korea, India, Macau, Mongolia, Bangladesh, Malaysia, dan tuan rumah, China.

Pada momen ini, akhirnya aku mengerti ucapan seorang kawan bahwa nasionalisme kita akan meningkat ketika berada di tengah-tengah bangsa lain. Aku dan teman-teman dari Indonesia, yang awalnya tidak saling mengenal, bisa cepat akrab karena memiliki tanah air yang sama. Selalu ada dorongan untuk menunjukkan "Ini lho Indonesia!" dengan segenap keunggulan yang kita miliki. Selain itu, kami juga menyadari bahwa kami lah yang akan menjadi wajah Indonesia dalam kegiatan ini. Orang lain akan melihat Indonesia dari apa yang mereka lihat pada diri kami, sehingga kami tak boleh tampil malu-maluin dan justru kalau bisa mencetak prestasi.

Saya pribadi melihat ajang ini bukan sekedar summer camp biasa. Ini adalah kesempatan untuk menambah jejaring sekaligus ajang adu eksistensi dan kreativitas. Sejauh ini yang terlihat sangat kompak adalah anak-anak Filipina, karena mereka memang "agak gila". Jumlah mereka cukup banyak, hobi selfie, percaya diri, dan seolah tak punya rasa malu untuk totalitas. Kami yang berasal dari Indonesia pun memutar otak bagaimana agar bisa kompak dan bersaing dengan delegasi dari negara lain.

Dalam sambutannya, Sekretaris Jenderal AUAP mengatakan, "You are a leader of the future. You are a hope of the future." Dari sini aku berpikir bahwa, baik persaingan maupun pertemanan yang terjadi dalam rangkaian acara ini, menjadi semacam miniatur hubungan antar negara yang akan terjadi di masa depan. Kami adalah kader bangsa masing-masing, yang suatu saat akan menempati posisi strategis di negara kami masing-masing. Oleh karena itu, ini adalah kesempatan yang baik untuk mengukur kekuatan kompetitor, sekaligus peluang emas untuk membangun kolaborasi strategis untuk membangun dunia lebih baik beberapa tahun mendatang.

Acara Global Leadership Summer Camp baru saja dimulai. Sampai dua puluh hari ke depan masih banyak kesempatan-kesempatan untuk unjuk gigi kekompakan delegasi dari Indonesia. Puncaknya adalah pada saat farewell party, di mana kami berencana membuat kejutan untuk peserta lain dan para guru. Semoga apa yang kami rencanakan bisa terwujud sempurna. Kuncinya ada pada kreatifitas, konsistensi, dan kekompakan kami. Sehingga nantinya kami bisa menepuk dada dan berkata dalam hati, "Aku bangga menjadi Indonesia!"

Original: 7 Juli 2014
Revisi: 13 Juni 2017

  • view 49