Mi Self

Fithriya Safarina
Karya Fithriya Safarina Kategori Catatan Harian
dipublikasikan 19 Februari 2016
Mi Self

?

Namaku Rien.

Umurku menjelang 24 tahun. Sudah jadi Sarjana Syari'ah. Bagi sebagian orang, gelar itu nggak keren. Sama. Aku juga beranggapan begitu. Tapi ya sudahlah. Toh gelar itu hanya formalitas menurutku. Aku mulai dari keluargaku. Aku anak ke 4 dari 7 bersaudara. Dari 7 bersaudara, hanya satu yang laki-laki. Artinya, aku punya banyak saudara perempuan. Artinya, aku punya banyak saingan dalam hal apapun. Artinya, aku punya banyak 'teman' tempatku berkeluh kesah, bertukar baju, dan berbagi make up. Artinya, memiliki banyak saudara perempuan, memiliki keuntungan juga kerugian bagiku. Tapi jelas lebih banyak keuntungan dan bahagianya. Ayahku seorang dosen di sebuah universitas swasta. Dia juga -biasanya-orang-memanggil Kyai. Atau pengasuh sebuah pesantren di kotaku. Ibuku -juga- seorang anak Kyai dari Banten. Ia tak bekerja. Mengurus anak-anak dan suaminya, juga mengajar ngaji santri-santri. Sudah bisa ditebak. Kehidupanku sedari kecil seperti apa. Sejak lulus SD aku dimasukkan ke pesantren yang jauh dari kotaku. Supaya tidak sering pulang, katanya. Begitu juga dengan masa SMA ku. Sampai masuk kuliah, aku masih harus tinggal di pesantren. Sebetulnya latar belakang keluarga dan karakterku sangat jauh berbeda. ?Aku tidak suka diatur. Aku lebih suka jadi pekerja seni. Lebih tertarik dengan dunia travelling, adventure, fotografi, dan.. Kuliner! -thats why i've big size- Aku bisa mengaji AlQur'an. Aku bisa membaca kitab kuning. Tetapi cukup untuk tahu saja. Aku tidak suka mengajar. Aku tidak suka beraktifitas di dalam kelas. Itulah mengapa aku mengatakan diriku dengan latar belakang keluargaku sangat jauh berbeda.?

Aku tidak mau jadi anak durhaka. Namun, aku juga tidak suka melakukan suatu hal yang tidak sesuai dengan hati nuraniku. Aku ingin membantu yayasan yang susah payah dibangun oleh ayahku. Di sisi lain aku juga ingin menjadi -apa-yang-aku-inginkan. Sah-sah saja kan kalau aku ingin melakukan du-duanya secara berdampingan?

Aku ingin tetap menjadi diriku sendiri. Dengan tidak melupakan kewajibanku sebagai seorang anak.

Buya, Mom..

Tolong beri aku dukungan. Biarkan aku tetap menjadi diriku sendiri. Menemukan kebahagiaanku tanpa menghapus senyum kalian. Aku tetap putri kalian kok. Hanya saja aku tidak ingin menjadi orang lain. :)

?

?

?

Ur -always be- little girl

  • view 100