Keluarga

Fitri Arista
Karya Fitri Arista Kategori Catatan Harian
dipublikasikan 09 November 2016
Keluarga

Bagaimana aku bisa berbicara, jika setiap jeda ada saja cacian yang aku terima. Bagaimana aku bisa menangis, ketika setiap tangis tak pernah terlihat olehnya. Aku tak mengerti mengapa semua orang seakan tak perduli. Ketika diri ini merangkak, menangis dan tertatih sendiri. Apakah ada yang mendengar teriakanku? Ketika setiap kenangan menutup semua rasa bahagia kemudian menyulut luka.

Lalu, banyak diantara mereka yang berkata aku akan kuat karena keadaan yang aku terima. Bagaimana bisa aku terima setiap kata yang mereka ucapkan, bahwa sejatinya semua rasa yang tercipta adalah luka. Mungkinpun mereka akan menganggapku keras kepala, atas setiap cerita yang mereka dengar tanpa logika. 

Sekali waktu pernah aku mencoba melunak dengan waktu dan keadaan. Mencoba menerima pelukan dari setiap tusukan. Kerap kali ku dengar nada nada sumbang dari lidahnya dan dari matanya yang inginkan materi tanpa usaha. Menghalalkan segala cara walaupun harus membunuh cinta. Namun aku tak bisa terima ketika yang mereka lakukan membuatku terkatung katung oleh nasib dan usaha yang sejatinya menjadi titiannya.

Ketika akhirnya teriakanku mulai mengencang, tak lagi aku mampu sembunyikan setiap luka yang terasa. Ku terkam satu persatu siapapun yang menghancurkanku perlahan. Namun apa yang ku terima, ketika tujuanku untuk melindungi di pandang sebelah mata. Ketika mulut berbisa penuh dusta lebih di percaya, lalu apalah dayaku yang di perlakukan seperti binatang jalang dari kumpulannya yang terbuang.

  • view 109