Tulisan Foto Grafis Video Audio Project
Kategori Ekonomi 12 September 2018   21:02 WIB
Terkuak Aset Milik LPS Mencapai Angka 101,3 Triliun Rupiah

Instansi Penjamin Simpanan (LPS) mencatat asset perusahaan per 31 Juli 2018 capai Rp 101, 3 triliun.

Banyaknya itu diterima menurut konstruksi investasi sebesar Rp 90, 63 triliun, piutang sebesar Rp1, 64 triliun, kas 7, 99 triliun, serta dana beda capai 1, 04 triliun.

" Keseluruhan asset sampai per 31 Juli 2018 capai 101, 3 triliun, " kata Kepala Eksekutif LPS, Fauzi Ichsan di Kantornya, Jakarta, Kamis (12/9/2018) .

Fauzi menyebutkan, dari segi penerimaan, per Januari sampai Juli 2018 mencepai Rp 14, 6 triliun.

Banyaknya itu dari penerimaan premi sebesar Rp 10, 8 triliun, pemdapatan investasi sebesar Rp 3, 7 triliun.

Sesaat, dari segi kemampuan operasional banyaknya bank yg udah di cabut izin upaya (CIU) sejak mulai 2005 hingga Juli 2018 ada 90 bank.

Itu terdiri dalam 1 bank umum serta 89 Bank Perkreditan Rakyat (BPR) .

" Banyaknya bank yg di CIU 2018 Januari hingga Juli ada empat BPR, " papar Fauzi.

Tidak hanya itu, banyaknya pantas bayar sejak mulai 2005 hingga Juli 2018 capai Rp 1, 26 triliun. " Sesaat banyaknya pantas bayar Januari hingga Juli merupakan Rp 20, 95 miliar, " katanya.

LPS Dongkrak Bunga Penjaminan 25 Basis Point, Laku Kamis Besok.

Rapat Dewan Komisioner Instansi Penjamin Simpanan (LPS) membuahkan ketentuan menambah tingkat bunga penjaminan simpanan, buat simpanan dalam rupiah di Bank Umum serta Bank Perkreditan Rakyat (BPR) sebesar 25 basis point (bps) .

Sesaat buat valuta asing pada bank umum alami kemaikan sebesar 50 bps.

Ketua Dewan Komisioner LPS Halim Alamsyah mengatakan, detail kenaikan buat simpanan dalam rupiah naik 25 bps berubah menjadi 6, 50 prosen dari awalnya 6, 25 prosen.

Dan buat simpanan bank umum valuta asing naik berubah menjadi 50 bps berubah menjadi 2, 00 prosen awal kalinya 1, 50 perse serta buat simpanan Rupiah di BPR berubah menjadi sebesar 9, 00 prosen naik 25 prosen dari awalnya 8, 25 prosen.

" Kenaikan bunga penjaminan LPS ini laku mulai 13 September 2018 s/d 12 Januari 2019, " kata Halim di Kantornya, Jakarta, Rabu (12/9/2018) .

Baca juga : harga helm ink

Lihat juga : harga lemari

Halim memaparkan, kebijakan ini diputuskan dengan pertimbangkan suku bunga simpanan perbankan yg tetap memperlihatkan mode kenaikan serta miliki potensi buat berlanjut.

Kenaikan ini bisa jadi bentuk tanggapan atas kenaikan suku bunga kebijakan moneter.

Tidak hanya itu, situasi kemungkinan likuiditas tetap relatif konstan tetapi ada tendensi bertambah ditengah mode kenaikan suku bunga simpanan serta membaiknya penyaluran credit.

" Kestabilan metode keuangan terus terbangun walaupun ada dorongan yg datang dari penurunan nilai rubah serta volatilitas di pasar keuangan, " ujarnya.

Karya : Rina Dewi