Bermimpi Dengan Harapan Orang Tuaku

Bermimpi Dengan Harapan Orang Tuaku

Firza Rahayu
Karya Firza Rahayu Kategori Catatan Harian
dipublikasikan 10 Februari 2018
Bermimpi Dengan Harapan Orang Tuaku

Hari ini hari sabtu, kegiatan kampus diliburkan. Pagi tadi , aku menghubungi ibuku dirumah. 

"Hallo" sapa ibuku. Suara ibu terdengar lirih. Aku bertanya apakah ibu sedang sakit. Ibu mengiyakan. Ibu sudah sakit dari seminggu yang lalu semenjak aku berangkat ke bogor.

"Adek ikut membawa tenaga ibu pergi, ibu menjadi khawatir bagaimana ibu akan melepas adek nanti " kata ibu berusaha bercanda.

Aku berasal dari bukittinggi sumatera barat yang melanjutkan studi di salah satu universitas ternama di Bogor. 

Seketika aku tidak bisa membendung air mata yang hendak melarikan diri ini. Air mata jatuh membasahi pipiku. Aku teringat betapa bodohnya aku ini. Disaat teman sekamarku sibuk mengikuti organisasi ini, organisai itu, aku hanya duduk di meja belajar dengan laptop yang menyala seharian.  Bukan untuk belajar, melainkan dipakai untuk hal hal yang kurang bermanfaat. 

Disaat kawanku sibuk membolak balik buku yang penuh dengan ilmu pengetahuan, aku malah asik bergelut dengan kasur dan selimut tebal.

Aku menangis terisak, ibuku langsung tahu dari panggilan yang masih tersambung. 

" kali ini apa yang membuatmu menangis nak ? " tanya ibuku. Memahami isi hatiku meski berada jauh dari anaknya.

aku tidak bisa menjawab pertanyaan itu. Tangisku semakin menjadi. " bu, tunggu aku sebentar lagi. Aku akan memenuhi janji yang telah kubuat untuk mu " ucapku pelan diiringi air mata yang masih mengucur deras. 

" iya nak, ibu tau kamu telah berusaha dengan keras nak. Menangislah, meski ibu tidak didekatmu, ibu akan mendengar tangisanmu sampai selesai " nasihat ibu terdengar begitu tulus.

pagi Itu aku menangis sejadi jadinya sampai panggilan berakhir. Aku memiliki banyak mimpi salah satu menjadi penulis terkenal. Aku juga sadar kalu mimpi itu tidak akan terwujud kalau aku hanya duduk menonton atau tidur tidur saja.  Aku harus mulai bergerak, melakukan langkah awal untuk mewujudkan mimpiku.

Hari ini, malam ini aku telah belajar untuk melangkah maju. Menuliskan impianku.

Ibu tunggulah aku sebentar lagi. Aku akan memenuhi janjiku dan membuatmu tertawa bangga.

 

bogor, kamar 169

  • view 123