KETUHANAN DAN KEMANUSIAAN

FIRMAN TO MARADEKA
Karya FIRMAN TO MARADEKA Kategori Lainnya
dipublikasikan 12 Mei 2016
KETUHANAN DAN KEMANUSIAAN

Orang tidak bisa mengabdi kepada Tuhan dengan tidak mengabdi kepada sesama manusia. Tuhan bersemayam di gubuknya si miskin
(Soekarno)

Ketuhanan tanpa kemanusiaan terkutuk oleh Tuhan sendiri, dan kemanusiaan tanpa ketuhanan adalah bagaikan fatamorgana 
(Cak Nur)

Dua tokoh diatas hendak menyatakan bahwa orang Islam meskipun rajin mengerjakan ibadah semacam shalat, puasa dan berhaji, tetap akan celaka di akhirat kelak jika ibadah-ibadah yang dikerjakannya tidak membuahkan kepedulian dan aksi sosial berupa menolong anak yatim dan membantu fakir miskin (Q.S al-Ma' un/107: 1-7). Demikian juga orang yang memiliki kepedulian dan rajin mengerjakan nilai-nilai kemanusiaan, jika tidak disertai dengan keimanan kepada Tuhan, maka kepedulian dan kerja-kerja kemanusiaannya itu dinilai tidak berharga sama sekali, bagaikan fatamorgana, yang jika ada orang kehausan dikiranya ada air, tetapi ketika didatangi ternyata tidak ditemukan apa-apa (Q.S al-Nur/24:39). Dengan demikian jelaslah bahwa Islam adalah agama kemanusiaan. Artinya, jalan keselamatan bagi orang yang menganut agama Islam harus melalui amal shaleh, yang bentuk konkretnya berupa membantu orang yang memerlukan pertolongan semisal membebaskan orang yang tertindas, anak yatim dan fakir miskin, serta berwasiat dalam hal kesabaran dan kasih sayang. 

                

             

  • view 185