JERITAN SEORANG PEREMPUAN

FIRMAN TO MARADEKA
Karya FIRMAN TO MARADEKA Kategori Puisi
dipublikasikan 07 Mei 2016
JERITAN SEORANG PEREMPUAN

Aku mendapat bunga hari ini,

Meski hari ini bukan hari istimewa dan bukan hari ulang tahunku.

Semalam untuk pertama kalinya kami bertengkar dan ia melontarkan kata-kata yang menyakitkan.

Aku tahu dia menyesali perbuatannya karena hari ini ia mengirim aku bunga.

 

Aku mendapat bunga hari ini.

Ini buka ulang tahun perkawinan kami atau hari istimewa kami.

Semalam ia menghempaskan aku ke dinding dan mulai mencekikku

Aku bangun dengan memar dan rasa sakit sekujur tubuhku.

Aku tahu dia menyesali perbuatannya karena ia mengirim bunga padaku hari ini.

 

Aku mendapat bunga hari ini, padahal hari ini bukan hari ibu atau hari istimewa lain.

Semalam ia memukuli aku lagi, lebih keras dibandingkan waktu-waktu yang lalu.

Aku takut padanya tetapi aku takut meninggalkannya.

Aku tidak punya uang.

Lalu bagaimana aku bisa menghidupi anak-anakku?

Namun, aku tahu ia menyesali perbuatannya semalam, karena hari ini ia kembali mengirim aku bunga.

Ada bunga untukku hari ini.

Hari ini adalah hari istimewa: inilah hari pemakamanku.

Ia menganiayaku sampai mati tadi malam,

Kalau saja aku punya cukup keberanian dan kekuatan untuk meninggalkannya,

Aku tidak akan mendapat bunga lagi hari ini.

Kejam, Tega, memprihatinkan. Tiga kata itulah yang pantas diucapkan ketika membaca puisi dari pengarang tanpa nama tersebut diatas. Mungkin itu adalah kisah pribadi pengarangnya yang dituangkan dalam bentuk puisi. Isi hati seorang perempuan karena kekejaman suaminya. Benarkan potret kekerasan terhadap perempuan sudah separah yang tercermin dalam puisi diatas ??? Apakah keamanan hidup sebagaian perempuan sudah sangat terancam dan sangat terjajah ???

Dilihat 124