Para Pemburu Waktu

Firdaus Bahar
Karya Firdaus Bahar Kategori Renungan
dipublikasikan 26 Oktober 2016
Para Pemburu Waktu

"Tiiiinnnnn......Tiiinnnn", klakson panjang bersahutan dibelakangku. Aku terhenyak, lalu melirik ke kanan, lampu berwarna merah itu padam, digantikan terangnya sinar hijau. Luar biasa, kesalku didalam hati, "Lampu lalin belum hijau sudah saja diklakson-in, buru-buru sekali", lanjutku didalam hati.

Mereka adalah para pemburu waktu, menggadaikan segala hal untuk mendapatkan waktu, walau sesekali tak sadar mereka menggadaikan nyawa. Pernah, suatu hari aku disalip seseorang dengan kencang, ugal-ugalan dan berbahaya. "Apa sih  yang mereka kejar? Hingga cukup berani menggadaikan nyawa dengan berkendara ugal-ugalan", tanyaku pada diriku sendiri.

Mereka adalah para pemburu waktu, jawaban ini kudapatkan ketika seorang temanku jatuh dari tangga saat dirinya ingin pergi ke sebuah pesta. Terjatuh terjerembab dan mengalami luka cukup serius. "Aku terburu-buru, aku telat dan tak mau ketinggalan pesta", ujarnya saat kutanya alasan ia berlari menuruni tangga rumah.

Telat, adalah kondisi dimana seseorang terbukti tidak dapat mengatur waktu, membuang waktu dan tidak memanfaatkan waktu. Cerminan dari seseorang yang tidak efektif menggunakan waktu 24 Jam-nya dengan baik dan seksama.

Setiap insan didunia memiliki jatah waktu yang sama, tetapi tidak dengan pemakaiannya. Haruskah kita menggadaikan nyawa diri dan orang lain untuk membeli waktu? Haruskah kita menjadi pemburu waktu untuk berteman dengan para pemburu jiwa?
Tidak, menguasai waktu jauh lebih baik daripada diatur waktu itu sendiri.

Semoga, kita semua diberikan kekuatan untuk dapat menggunakan waktu sedemikian rupa untuk kebaikan kita dan orang lain.
Jadilah penguasa waktu, bukan pemburu waktu. 

 

  • view 176