kisah kasih Rasulullah di hari kasih sayang

Fina Kamiliah
Karya Fina Kamiliah Kategori Agama
dipublikasikan 14 Februari 2016
kisah kasih Rasulullah di hari kasih sayang

kisahkasihrasulullahdiharikasihsayangKasih Sayang itu...
Tau nGak Siih
"Kasih sayang bukan sekedar berhujung dalam maknanya, tapi kasih sayang harus direalisasikan."

Valentine's day atau biasa kita kenal dengan hari valentine atau yang familiar disebut hari kasih sayang oleh sebagian orang. Apa boleh ummat islam merayakanya?

Banyak versi yang menceritakan sejarah asal mula dijatuhkannya hari valentine pada tanggal 14 february, ada yang mengadopsi bahwa hari valentine ini ditetapkan karena kematian valentinus , yang dizamanya dikenal sebagai sosok yang berkorban demi mempertahankan cintanya, dan banyak lagi kisah kisah yang mengulas sejarah tentang hari valentine.
Sebentar lagi hari valentine ini akan? dirayakan oleh sebagian masyarakat,? pada umumnya perayaan hari valentine diidentikkan dengan pemberian coklat dan hadiah lainya yang dilakukan kaula muda sebagai tanda pembuktian kasih sayang. Namun asal punya usul perayaan ini banyak mengundang kontroversi dan kekhawatiran dari masyarakat khususnya para orang tua. Ada yang berpendapat bahwa dampak perayaan hari valentine dapat membahayakan akidah (islam), ada pula yang menuduh bahwa perayaan hari valentine dapat merusak moral (guru), bahkan ada yang mengadopsi bahwa perayaan hari valentine adalah moment yang menghalalkan seks bebas betapa mirisnya hal ini, tsumma naudzubillah.
Melihat kenyatan diatas saya jadi sedih akan kondisi yang terjadi pada saudara dan saudari muslim yang ikut merayakan hari valentine,karna gagal memaknai kasih sayang. semoga hal itu karna minimnya ilmu dan semoga Allah meridhoi ibadahnya dan memberi semangat dalam mengkaji dan mengamalkan syariat islam, dan dikuatkan iman serta dikokohkan akidahnya aamiin.
Terkait perayaan hari kasih sayang ini saya teringat akan sirah nabawiyyah yang mengisahkan tentang hari kasih sayang islam versi Rasulullah.
Peristiwa ini terjadi ketika Rasulullah SAW dan pasukan Islam menaklukkan kota Makkah. Fathu makkah, ditaklukkannya kota Makkah. Peristiwa ini terjadi pada tanggal 10 Ramadhan pada tahun 8 Hijriyah. Dalam Al-qur?an disebut fathan mubina (kemenangan yang jelas terjadi).

Ketika itu nabi Muhammad SAW dan pasukan Islam berhasil masuk ke kota Makkah dan pasukan Quraisy tidak berani melawan kecuali dengan perlawanan-perlawanan kecil yang tidak sifgnifikan. Setelah semua terkendali, Nabi Muhammad memberikan pidato di tengah-tengah kaum quraisy dan pasukan Islam.
"....laisa hadza yaumul malhamah, walakinna hadza yaumul marhamah waantum thulaqo?, Rasullah SAW berpidato dengan lantang.
"hari ini bukanlah hari pembantaian, akan tetapi hari ini adalah hari kasih sayang. Dan kalian kami bebaskan?.

Yaumul malhamah dan yaumul marhamah. Kata yang pertama menggunakan lam di tengah-tengah kata. malhamah. Kata ini diartikan pembantaian. Sedangkan kata kedua menggunakan ra? di tengah-tengah kata. Marhamah. Kata ini diartikan kasih sayang. Inilah yang mendasari hari kasih sayang sudah ada sejak nabi Muhammad SAW masih hidup.

Kafir Quraisy menyambut pidato Rasulullah dengan gembira. Suka ria. Mereka sangat gembira karena mereka tidak hanya dibebaskan dari tuntutan menjadi tawanan pasukan Islam akan tetapi mereka juga diberi kebebasan untuk mengambil kembali harta rampasan berupa uang, binatang ternak dan perhiasan, yang dikumpulkan oleh pasukan Islam. Setelah mendapatkan hartanya kembali, kafir quraisy diperintahkan untuk pulang dan beristirahat. Rasulullah SAW memberikan amnesti kepada kafir quraisy semuanya tanpa terkecuali.

Namun hal ini besebrangan dengan apa yang dirasakan oleh pasukan Islam. Pasukan Islam merasa heran, susah dan agak kecewa dengan keputusan Nabi. Kenapa Rasulullah SAW berbuat demikian. Padahal harta ghanimah tersebut adalah hak pasukan Islam karena telah berhasil menaklukkan kafir quraisy. Akhirnya semua pasukan Islam berbondong-bondong berjalan untuk berkumpul mengelilingi Nabi Muhammad SAW meminta penjelasan atas apa yang diperintahkannya terhadap kafir quraisy tersebut.

?Wahai Nabi, kenapa engkau memerintahkan kafir quraisy mengambil hartanya, bukankah itu hak kami karena kami telah menaklukkan kafir Quraisy??, protes salah satu pasukan Islam mewakili pasukan Islam lainnya. Nabi SAW tersenyum lalu menjawabnya dengan pertanyaan,
?Berapa lama kalian bersahabat denganku?"
ummat Islam menjawab dengan beraneka ragam jawaban, ?sekian tahun, sekian tahun?. Kemudian Nabi Muhammad SAW melanjutkan pertanyaan,? ?apakah kalian melihat aku mencintai kalian atau tidak mencintai?.
Ummat islam menjawab "mencintai"
?Nabi meneruskan dan mengakhiri pertanyaannya,
?apakah kalian memilih cintaku atau harta rampasan itu??. Semua pasukan Islam menangis. Tersedu-sedu. Semuanya sibuk dalam tangisan masing-masing. Mereka tidak ingin cinta Rasulullah diganti dengan harta benda yang demikian kecilnya.

Begitu indah kisah fathu makkah, sejarah yang menggambarkan akan kasih sayang yang dilandasi atas iman dan akidah, alangkah baiknya kita sebagai muslim mempelopori saudara kita untuk berkasih sayang dalam batasan yang haq bukan dengan ikut merayakan kebiasaan orang barat yang membahayakan iman.
"...cintailah manusia seperti kamu mencintai dirimu sendiri" HR. Bukhari.


Allah maha benar dengan segala firman-Nya.
#paradelombainspirasi #harikasihsayang #saveourakidah valentine//islamngaktuh

  • view 525