Metamorfosa cita cita

Fina Kamiliah
Karya Fina Kamiliah Kategori Sejarah
dipublikasikan 23 Agustus 2017
Metamorfosa cita cita

Cita cita bagi sebagian orang adalah sebuah tujuan hidup, dan sebagian lainya menganggap hal yang berbeda

Aku dibesarkan dikeluarga yang sederhana, anak kedua dari 3 bersaudara sewaktu aku kecil aku senang bernyanyi sehingga aku kira aku bercita cita menjadi penyanyi umurku waktu itu sekitar 6 tahun, dan ketika bertambah umur tepatnya saat umurku 10 tahun aku mengangumi guruku yang mengajar bahasa arab di kelasku, menurutku beliau sangat hebat dan aku berkhayal akan menjadi seperti dia ketika aku besar, sejak itu aku bercita cita menjadi guru bukan seorang penyanyi hingga umurku masuk bangku smp aku di sekolahkan di pondok pesantren yang wajib asrama, disana aku mulai menyadari bahwa bernyanyi adalah salah satu hobiku, dan masih tetao pada pemikiran yang sama aku menganggap menjafi guru adalah hal hebat yang harus aku wujudkan hingga akhir sma aku dan teman angkatanku memiliki tugas akhir mengajar adik kelas sebelum mengabdi pada sekolah, oh iya aku belum cerita tentang masa sma ku yaa

Jadi saat kelulusan smp aku pindah sekolah ke pondok pesantren lainya dan disana aku belajar bagaimana berorganisasi, menjadi pendamping adik kelas dan hal paling mengesankan ketika melewati masa pengabdian diakhir study di sana, mengapa ? Karena secara yidak langsung cita citaku telah tercapai. Dan detik detik akhir pengabdian aku mulai berfikir untuk melanjutkan ke jenjang perkuliahan, namun aku belum tahu apa yang ingin aku cari dan aku dapatkan dari bangku kuliah, ketika itu aku coba mendaftar lewat jalur SBMPTN, KEPQ, dan STIKES GLOBAL tetapi ujian yang aku ikuti hanya ujian masuk di KEPQ dan akhirnya aku lulus masuk KEPQ

Di KEPQ ,awal  masuk bangku kuliah kami hanya belajar Al Qur'an selama 2 bulan dikarantina dan setelah karantina Al Qur'an barulah kami masuk bangku kuliah dengan materi perkuliahan tentang manajemen perkantoran yang waktu itu masih bekerja sama dengan LP3I dan ketika semester kedua kampusku memisahkan diri dari LP3I dan memiliki kurikulum sendiri yang pada akhirnya harus membuat kami memilih jurusan yang akan kami arungi selam satu semester  yang diakhiri dengan wisuda ????

Dari 4 jurusan pilihan aku memilih jurusan desain grafis, alasanya sangat sederhana karena aku ingin tahu apa sih desain grafis itu, setelah aku jalani aku sangat senang dengan desain grafis. Karena hanya 1 semester masa perkuliahan jadi secara firmalitas kami tidak mengjabiskan materi secara tuntas, tetapi untungnya para dosen kami adalah seorang praktisi dibidangnya jadi kami belajar lebih daripada anak desain grafis diluar sana yang biasanya menghabiskan mata kuliah nirmana dalam waktu setahun jika dibandingkan dengan kami yang hanya 4 kali pertemuan hehe, tetapi kami sadar bahawa belum menguasai sepenuhnya dibidang ini. Meskipun aku sudah diwisuda, tetapi rasa ingin tau tentang desain grafis masih berapi api dalm jiwa, ceileh lebay amat haha. Setelah wisuda aku balik ke banjarmasin dimana tempat asal aku mencium aroma dunia, di banjarmasin awalnya mau melanjutkan kuliah lagi di jenjang S1 pada tahun 2016 , tetapi karena kurangnya informasi akhirnya aku gak kuliah ditahun itu, dan menghabiskan waktu dirumah dengan bercengkrama dengan desain grafis, sejak itu aku berfikir untuk mencari guru untuk memperbaiki bacaan al qur'anku sampai akhirnya mamaku mengenalkanku dengan temanya saat kuliah yang punya rumah tahfizh tidak jauh dari rumahku, dan untuk kedua kalinya cita citaku tercapai menjadi seorang guru sampai sekarang, dan di tahun 2017 ini aku merasa menjadi guru bukanlah cita citaku akan tetapi adalah kebutuhanku sebagai seorang hamba ceileh, selain itu di tahun 2017,  kini aku resmi menjadi seorang mahasiswa baru di salah satu Universitas Islam di banjarmasin dan aku diterima dijurusan Komunikasi dan Penyiaran Islam yang aku rasa tidak terlalu jauh dengan jurusan yang aku ambil di KEPQ, aku berharap aku dapat menjadi orang yang selalu diharapkan kehadiranya dan keliling dunia untuk berbagi kebahagiaan dan pengalaman dengan sesama dan akhirat masuk surga. Aamiin

With hope in Allah ❣️

  • view 80