pemecah belah logika dan hati

fika dianti
Karya fika dianti Kategori Puisi
dipublikasikan 11 Mei 2016
pemecah belah logika dan hati

Malam ini aku tersadar..

Saat bintang dan bulan sabit tersenyum..

Tak terasa selama ini aku melupakan mereka..

Melupakan mereka yang selalu menyambut malamku..

Terlupakan karena dia yang bahkan tak pernah menyambutku..

Aku benar-benar melupakan mereka dan akhirnya akupun terlupakan oleh dia..

Mungkin bukan terlupakan karena memang aku tak pernah ada di ingatannya..

Bintang dan bulan yang selalu menerangi malamku, lantas kulupakan sebab dia yang selalu aku terangi namun selalu dia memadamkannya..

Bodohnya aku, saat inipun aku tetap menuliskan tentang dia yang bahkan enggan menuliskan satu hurufpun dari namaku..

Pantas saja bintang dan bulan sedikit menertawaiku malam ini..

Aku bertingkah seolah-olah membenci dia padahal tetap mengaguminya..

Hai bintang dan bulan, jelas saja ini bukan aku..

Logika dan hatiku selalu bercengkrama dengan damainya..

Bagaimana mungkin hatiku lantas memaksa logika untuk menuliskan tentang dia..

Bagaimana dia bisa merusak hubungan logika dan hatiku..

Tapi jelas aku lah yang sebenarnya merusak semua itu..

Hai bintang dan bulan, jangan kau selalu tersenyum..

Bantulah aku mendefinisikan senyuman kalian..

Baiklah, mari akhiri tulisan ini tentang dia..

Ini adalah nyata tulisan tentang kerinduanku terhadap bintang dan bulan..

Bukan tulisan tentang penasaranku terhadap dia..

Ah lagi-lagi tentang dia..

Masih tentang dia..

Lalu dengan puasnya bintang dan bulan menertawakanku karena kebodohan pengakuanku ini yang telah memecah belah logika dan hati..

Lantas aku akan berterima kasih pada mereka..

Sebab, tiada tawa lain yang dapat menyapaku..

  • view 147