Tulisan Foto Grafis Video Audio Project
Kategori Puisi 30 Juli 2017   20:02 WIB
Tersedak Sunyi

Seperti angin yang menerpa pucuk dedaun tua,

yang pada akhirnya luruh dan hancur di tanah basah

Aku yang terbiar sunyi di padang resah, kian tertindih rintih

Sesuap nasi tak lagi sedap;  tanpamu, aku  sering tersedak

 

Pilu – sendu, tak lagi syahdu seperti dulu saat engkau di sampingku

Meski desahmu masih tertinggal di atas tilam kumal tanpa bantal

Makanan yang akan ku-untal terasa begitu mengganjal

Saat sekelebat mata indahmu menghardik tajam, merah,  terpicu amarah

 

Sudah tak adakah tatanan kata dalam rasa kita untuk melabuh damai?

Atau, akankah aku yang akan merapuh sendiri?

 

Walau aku tak lagi mampu bernyanyi merdu

Aku kan tetap tegar jilati pucuk duri, menikmati luka ini

Meski hari-hari seringkali tersedak sunyi

 

 

 

Karya : Figo Kurniawan