Beruntunglah yang berpuasa

Fia _
Karya Fia _ Kategori Agama
dipublikasikan 15 Juni 2016
Beruntunglah yang berpuasa

Beruntunglah yang berpuasa.

tak pernah benar-benar kehausan. karena dzikir dan tilawah selalu memberi kesejukan pada dahaga.

tak pernah benar-benar kelaparan. karena 'berbagi' telah membuatnya kenyang akan getaran kebahagiaan.

ia paham bahwa setiap amal sesuai kadar kepayahan.

maka saat Hayyalah sholaah dikumandangkan; meski berat, meski lelah, meski sibuk, ia tetap sempurnakan wudhu lalu melangkah berjalan beriringan dengan istigfar dan senyum yang disebarnya.

ia yakin bahwa setiap doa adalah kebaikan dan tiap-tiap kebaikan akan mengabadi sebagai sedekah.

maka saat ia bertemu dengan waktu-waktu istimewa untuk mengecup "semoga"; saat sahur, saat berbuka. dengan wajah berseri dan hati lirih penuh harap, ia diam-diam mendoakan kebaikan untuk keluarga, tetangga, teman, orang yang mengenalnya meski tak ia kenal, yang ia kenal meski orang itu tak mengenalnya.

sungguh, kegembiraan selalu menyertai yang puasa.

dalam ibadah ia tak pilih-pilih, agar kegembiraan untuknya pun silih berganti.

sungguh, kejutan selalu tercurah untuk yang puasa.

diawal-awal memulai ia sadar hanya terpaksa, maka ia terus belajar melawan kehendak diri hingga kenikmatan ibadah pun terasa. 

sungguh, beruntung.

terdengarlah kabar, dari Sahl bin Sa'ad, bahwa Muhammad saw manusia termulia itu telah bercerita; kelak di surga terdapat sebuah pintu yang disebut Rayyan. Orang-orang yang puasa pada hari kiamat masuk dari pintu tersebut, tidak ada seorang pun masuk dari pintu itu selain mereka. (HR. al-Bukhari:1896 dan Muslim:1152)

entah bagaimana lagi cara langit memberinya kejutan.

dari pintu Rayyan kah atau bahkan dari semua pintu kebaikan ia akan dipanggil memasuki surga - rumah keabadiaan. Bertemu Rasulullah, yang telah mengajarkannya menjadi manusia. Menatap Rabb yang membuatnya tak memiliki alasan untuk berhenti mengucap syukur.

Waujuhuyyaumaidzinnaadirah. Ilaa rabbihaa naadzirah.

Wajah-wajah (orang mukmin) pada hari itu berseri-seri. Memandang Tuhannya.

(Qs. al-Qiyama: 22-23)

~9 Ramadhan 1437 H~

 

  • view 114