RR, Kisah Klasik Kusut

Ferry Hidayat
Karya Ferry Hidayat Kategori Cerpen/Novel
dipublikasikan 26 Mei 2017
RR, Kisah Klasik Kusut

RR - Kisah Klasik Kusut

Mengatakan i love you pada pasangan (sah) sudah terlalu umum dan mainstream. Coba gunakan kalimat yang sedikit lebih panjang dan puitis seperti halnya gombalan Ale pada istrinya Anya di film Critical Eleven, 

"I will do anything in my power to make you happy"

So sweet sekali ya, pasca digombali begini silakan langsung cek darah ke lab terdekat, biasanya akan terindikasi diabetes akut level kronis. Apalagi yang menyampaikan kalimat itu Reza Rahardian (RR) atau Hamish Daud (HD). Oo em jiii.

Lihat aja gimana prosesi lamaran Raisa kemarin, baru saja HD mulai bicara 

"Dear Raisa, apakah kamu...." 

"Yes, I do..." sambil memeluk RR yang sebenarnya hanya diundang datang sebagai saksi. Maka hari itu resmi ditetapkan sebagai hari #patahhatinasional-nya HD. Sudah susah payah menikung Keenan Pearce (KP), eh jatuhnya Raisa ke tangan ke RR juga. Nasiiib oh nasiiib.

RR memiliki banyak kelebihan yang tidak dimiliki KP maupun HD. Dari sisi namanya saja sudah mencerminkan dominasi berlebih. Dalam dunia otomotif Roda dua, akronim RR itu Race Replica atau Race Ready, motor di desain dengan spesifikasi setara motor balap, tinggal gass poooolll langsung ngaciirr. Valentino Rossi yang lagi markir motoGPnya karena jajan bakso di mamang Uday pasti dilewati dengan mudah.

Apalagi RR sering membaca buku bergenre prosa romantis abiss atau novel cinta ala Ika Natassa, berani garansi dirinya over stock comotan quotes in inglis plis yang jadi andalan untuk melancarkan gombalan tingkat dewa 19 kepada Raisa. Sementara bacaan KP dan HD sebatas Wiro Sableng dan Kho Ping Ho, hasilnya gagal romantis dan berakhir tragis jadi pendekar perguruan silat yang franchisenya beli ke Iko Uwais. Ciaaaaaaat.

Pendapat yang menyatakan bahwa perempuan suka digombali karena perasaan mereka halus dan sensitif cukup tepat, tidak perlu lagi pembuktian ilmiah ataupun  saintifik, karena jujur sangat sulit menyelami perasaan perempuan. Apalagi ketika mereka sedang PMS atau kuota Hpnya habis, bahaya sekali sodara-sodara. Mending iyakan saja semuanya atau kelar hiduplu.

Kembali ke laptop. Bukan cuma butuh digombali, pasangan kita juga butuh ekstra uang belanja, lebih kepada keinginan untuk selalu tampil cantik mempesona di hadapan suaminya. Coba deh simak curhatan mereka di media sosial,

"Ampun dah laki gw, minta gw selalu tampil manis, cantik, unyu, lucu, kiyut dan imut-imut, tapi daster udah sobek gak dibeliin, minta uang kosmetik malah marah-marah. Emangnya perawatan di salon gratis. Kasih uang belanja mepet aja minta tampilan perfect."

Begitulah fakta dan kebenaran menurut perempuan, padahal kaum laki-laki juga perlu sesekali didengar pendapatnya. Seperti hasil wawancara berikut dengan 'dia yang tak boleh disebut namanya' atau terpaksa tidur di teras saat pulang ke rumah,

"Ehm, saya sih mau lebihin uang belanja buat istri saya, tapi saya pikir-pikir bakalan gak ada gunanya. Biar dia rajin nyalon tetap saja mukanya gak bisa berubah mirip Dian Sastro atau Nia Ramadhani, nanti malah mirip Bunda Rita Sugiarto atau Bunda Elvi Sukaesih, cantiknya versi jadul romantis, huaaaaa"

Padahal itu suami juga gak nyadar diri, kepalanya botak, perutnya buncit, matanya merah, apalagi tatapan mata dan dompetnya sering kosong, indikasi awal telah bergabung dengan barisan patah hati yang gagal move on saat Raisa dilamar. 

Makanya supaya urusan gak kembali ruwet ada baiknya semua kembali menggunakan kalimat yang sama untuk menyatakan perasaan pada pasangan masing-masing, I love you. Tamat bin Timit.

Makassar, 24.05.17

#FHI

  • view 39