Setiap Orang adalah Ahli

Fenomena Harimu
Karya Fenomena Harimu Kategori Inspiratif
dipublikasikan 27 Februari 2016
Setiap Orang adalah Ahli

Mendengar kisah seorang anak yang di"cap" bodoh oleh gurunya disekolah kemudian sukses ketika dewasa bukanlah hal yang asing ditelinga kita. Bahkan beberapa diantara mereka tidak dapat menyelesaikan sekolah karena gurunya menganggap anak tersebut "bodoh tidak tertolong". Dan fakta diantara mereka membuktikan bahwa mereka dapat mendatangkan miliaran uang ke dalam dompetnya. Mengapa demikian?

Seorang psikolog dari Harvard, Howard Gardner mengatakan bahwa setiap orang tidak memiliki satu kecerdasan utuh melainkan satu kecerdasan yang lebih unggul dari yang lain yang lebih rendah. Ini berarti kecerdasan pada seseorang adalah beragam dan salah satu dari kecerdasan tersebut lebih menonjol. Menurut Howard kecerdesan pada manusia secara umum terbagi menjadi 8, yaitu:

1. Verbal-linguistic intelligence, Yaitu kecerdasan yang berkaitan dengan penggunaan bahasa dan kata.

2. Musical intelligences, Yaitu kecerdasan yang berkaitan dengan musik, nada, lagu, dan suara.

3. Logical-mathematical intelligence, Yaitu kecerdasan yang berkaitan dengan proses perhitungan serta logika.

4. Spatial-visual intelligence, Yaitu kecerdasan yang berkaitan dengan pemahaman ruang dan bidang.

5. Bodily-kinesthetic intelligence, Yaitu kecerdasan yang berkaitan dengan kordinasi tubuh.

6. Interpersonal intelligence, Yaitu kecerdasan yang berkaitan dengan memahami lawan bicara mereka.

7. Intrapersonal, Yaitu kecerdasan yang berkaitan dengan pemahaman instropeksi dan self-reflection.

8. Naturalist intelligence, Yaitu kecerdasan yang berkaitan dengan pemahaman alam seperti tumbuhan dan hewan.

Sayangnya, saat ini sistem pendidikan lebih mengutamakan kecerdasan mathematical seperti perhitungan dan bahasa.? Kami tidak mengatakan untuk tidak memelajari matematika dan bahasa di SD, SMP, dan SMA/SMK/MA, yang ingin kami katakan adalah kecerdasaan setiap manusia itu beragam dan jika seorang pendidik menghadapi seseorang yang sulit memahami matematika dan bahasa bukan berarti sepenuhnya dia gagal untuk mencapai masa depan yang lebih baik. Dia hanya lebih unggul pada potensi kecerdasan yang lain dan tugas seorang pendidik untuk membantu mengembangkan potensinya. Oleh karena itulah pendidik sebagai yang mendidik bukan pencetak.

Era industrialisasi mulai muncul mendekati abad 20 yaitu tahun 90'an. Sistem pendidikan disusun untuk memenuhi kebutuhan industri menyebabkan munculnya hirarki dalam mata pelajaran siswa. Matematika dan bahasa berada pada hirarki tertinggi, kemudian di ikuti kemanusiaan dan yang paling rendah adalah seni. Didalam seni pun terdapat hirarki, yang tertinggi pada seni rupa dan lukis, musik kemudian yang paling rendah adalah seni tari.

Melihat hal ini kemudian banyak dari orang tua yang mendidik anaknya secara progresif dari bagian bawah ke bagian atas tubuhnya, kemudian dari pinggang ke kepala, dan di kepala mereka memusatkannya di otak, dan di otak mereka memfokuskannya disalah satu sisi. Adakah orang tua yang mendidik anaknya untuk melukis atau bermain piano? sangat jarang.

Apakah kita akan menyalahkan sistem pendidikan kita yang sekarang? Sistem pendidikan yang mencetak siswanya untuk menghasilkan lulusan sesuai citra sekolah mereka?? Menyalahkan tidak akan memberikan cahaya petunjuk jalan keluar.

Maka jadilah proaktif! mungkin kalimat yang tepat untuk menyikapi fenomena tersebut. Universitas mendesain kita dengan citra mereka, kita tidak bisa menyalahkan mereka karena mereka membuat kita menjadi seperti apa yang mereka inginkan. Kita memilih apa yang kita pilih dan kita bertanggung jawab atas semua pilihan kita.

Jika kamu masuk fakultas teknik maka kamu akan dicetak untuk menjadi seseorang yang handal dalam urusan keteknikan. Kamu tidak bisa meminta mereka untuk membuatmu handal dalam urusan musical. kamu berada ditempat yang kurang tepat, namun bukan berarti sepenuhnya tidak bermanfaat untuk kamu. Bisa jadi keteknikan dapat membuatmu memandang urusan musical dari sisi yang berbeda menyebabkan kamu lebih kreatif. Ingat! kreatifitas terlahir dari berbagai disipliner, semakin banyak yang kamu ketahui maka semakin banyak kamu bereksperimen untuk menghasilkan sesuatu yang baru.

Apakah ini berarti kita pasrah pada sistem yang ada? Cukuplah pada generasi kita dan antisipasi jangan sampai terjadi pada anak-anak dan cucu kita. Artinya kita sebagai calon orang tua [atau orang tua] sebaiknya memahami potensi kecerdasan yang lebih dominan yang dimiliki oleh anak. Kita mendidik mereka, mendukung apa yang mereka suka kemudian mengarahkannya agar bermanfaat untuk masa depan mereka.

  • view 117