Di Balik Semangat Berpuasa

Fendi Chovi
Karya Fendi Chovi Kategori Agama
dipublikasikan 03 Juni 2017
Di Balik Semangat Berpuasa

"Berpuasa harus diniatkan karena Allah."

Kata kiai di musholla tempatku biasa mengerjakan sholat tarawih.

Puasa kali ini aku akan lebih banyak mendengarkan tausiyah dari guruku sendiri di kampung. Guru yang bertahun-tahun jarang berkumpul kembali sejak aku mondok dan merantau untuk kuliah.

Mengutip hadis nabi, kiai itu menyampaikan betapa banyak orang berpuasa tapi tidak sedikit hanya menahan lapar dan haus. Sebab, puasa mereka tidak diterima oleh Allah swt.

Untuk itu, berpuasalah karena allah.

Saat kita sholat tarawih, saat memilih tempat tarawih pun, maka niatkanlah karena allah swt.

Bukan karena di tempat tarawih kita ada gadis cantik, menu makanan setelah sholat enak-enak, dan motif lainnya.

"Niatkanlah semua karena Allah Swt," ujarnya lagi.

Tak hanya diniatkan karena allah Swt.

Lihatlah juga. Barangkali saat kita menjalankan ibadah, ada sesuatu yang haram yang menempel pada tubuh kita. Lihatlah pakaian yang kita pakai, lihatlah makanan yang kita makan. Apakah itu sudah didapatkan dari hal-hal yang halal?

Jika kita masih suka beribadah menggunakan fasilitas yang haram. Janganlah menangis bila kita hanya tinggal lelahnya saja. Tetapi amal perbuatan kita tidak diterima oleh Gusti Allah Swt.

Mari kita perhatikan kembali semangat kita berpuasa. Apa yang hendak kamu cari dari berpuasa itu?

Pundi-pundi amal kebaikan untuk mempererat timbangan amal kebaikan. Atau ada motif lain.  Namun, saranku, apapun motifnya, upayakan semua hanya karena Allah.

Selamat berpikir dan berpuasa!
@fendichovi, 2017

#Nulisrandom2017

  • view 75