Saatnya Membisikkan Agar Kaki dan Mata Ikut Berpuasa

Fendi Chovi
Karya Fendi Chovi Kategori Agama
dipublikasikan 01 Juni 2017
Saatnya Membisikkan Agar Kaki dan Mata Ikut Berpuasa

Pandangan itu anak panahnya iblis. Siapa yang menahan pandangannya karena takut kepada allah, ia akan menemukan manisnya iman di dalam hatinya.

Aku mendengarkan pesan diatas yang tiada lain berasal dari hadis nabi Muhammad yang disampaikan seorang ustad di Musholla dekat rumahku saat menjalankan ibadah sholat tarawih.

Jika dipikirkan kembali, hadis diatas ada benarnya. Mata adalah salah satu indera yang memiliki fungsi menyaksikan keindahan demi keindahan dunia.

Keindahan yang jatuh kemata, lalu turun ke hati berpotensi lebih mengekalkan keindahan demi keindahan di sekitar kehidupan kita.

Jika keindahan itu berupa sesuatu yang mengandung dosa, itulah yang disebut pandangan yang didapat dari godaan iblis.

Tentu, aku berlindung kepada Allah swt dari Godaan setan yang terkutuk.

Di bulan suci ramadhan 1438 H kali ini, aku memikirkan kembali makna puasa yang kujalani. Ini adalah kesempatan terbesar yang tuhan berikan kepadaku. Dengan puasa, tuhan mengajarkan aku untuk rajin bersyukur. Bersyukur bahwa aku akan menjadi peminang cahaya ilahi.

Namun, apakah mata dan kakiku bisa kuajak untuk mengerjakan amal-amal untuk mendapatkan cahaya ilahi itu?
Itu tanggung jawabku.

Berpuasa bukan selalu soal urusan menahan makan, minum dan bersenggema bagi suami istri mulai terbitnya fajar hingga terbenamnya matahari. Sesuai pendefinisian makna puasa di kitab-kitab fiqh.

Tidak.

Puasa juga soal mata, soal kaki.

Kita ajarkan mata kita rajin membaca al-quran. Kita ajarkan kaki kita rajin pergi ke masjid. Dengan begitulah, kita bisa menjalankan ibadah puasa dengan segenap tubuh demi meraih amal kebaikan.

Apakah kita masih senang disebut hamba yang menjalankan ibadah puasa, namun mata kita, kaki kita, kita biarkan berjalan dan melihat aneka jenis hidangan penuh dosa.

Dan kita biarkan kaki kita berjalan menelusuri rumah-rumah, yang didalamnya kita lebih banyak mendapatkan dosa daripada amal kebaikan.

Saat kita bersusah payah menahan lapar dan haus. Lalu mata dan kaki yang ada di tubuh kita. Kita biarkan meliar sesuai hasrat-hasrat kemanusiaan kita.

Adakah kita sudah mengajak mata dan kaki ikut berpuasa?

Hanya Anda yang bisa menjawabnya!


@fendichovi, 2017

#NulisRandom2017

 

 

  • view 73