Mengingat Jalan Beraspal yang Tak selalu Ramah bagi Pengendara

Fendi Chovi
Karya Fendi Chovi Kategori Lainnya
dipublikasikan 09 April 2017
Mengingat Jalan Beraspal yang Tak selalu Ramah bagi Pengendara

Hati-hati tempat ini jauh dari rumah sakit ...

Begitu isi papan nama yang terpajang di salah satu tikungan jalan Provinsi di dekat kediamanku.

Saat ini, jalanan berasapl yang kita lewati tak selalu memberikan rasa aman. Tidak semua pengendara memahami pengendara lainnya.

Wajarlah bila kecelakaan berlalu lintas (laka lantas) kerapkali kita temukan setiap waktu.

Mengapa?

Tak lain karena kita seringkali mengabaikan keselamatan diri.

Untuk itu, ingatlah saja bahwa di jalanan beraspal tidak semua orang memahami kondisi pengendara lain.

Itulah nasehat kenapa kita harus berhati-hati...

Setidaknya, ada tiga alasan kenapa saat kita berkendara harus berhati-hati...

Pertama, para pengendara yang melewati jalanan memiliki persoalan hidup yang tidak selalu sama dengan diri kita.

Barangkali dia terburu-buru karena ada keperluan. Jadi, mereka berkendara dengan kecepatan yang tidak menghiraukan bahaya selain harapan untuk cepat tiba di tempat tujuan.

Kedua, setiap pengendara memiliki tingkat pemahaman yang berbeda-beda. Satu dengan lainnya.

Pemahaman itu juga berbanding lurus dengan pengetahuan mereka berlalu lintas. Jika mereka berkendara, belum tentu mereka menaati aturan yang ada. Akibatnya, mereka menjadi pengendara yang setiap saat bisa memberikan ancaman bagi pengendara lain.

Ketiga, tidak semua pengendara memiliki sikap kesantunan yang sama dalam menggunakan jalanan beraspal. Sehingga, mereka berkendara untuk kenyamanan diri sendiri tanpa menyadari ada orang lain yang juga membutuhkan perhatian demi kesalamatan.

Yang tak boleh kita lupakan juga. Jatuh di jalanan di aspal tidak seperti terjatuh ke kasur yang empuk.

Jalanan beraspal itu keras dan menyebabkan orang-orang tidak sedikit yang tidak terselamatkan bila terjatuh dan langsung menemui ajal di tempat.

Untukmu, untukku juga. Mari ingatkan para pengendara lainnya (termasuk diri kita) untuk terus menerus memperhatikan saat berkendara !

Semoga menyadarkan ya!

Fendi Chovi, 2017

  • view 66