Menjemput Ariana

Fendi Chovi
Karya Fendi Chovi Kategori Catatan Harian
dipublikasikan 06 April 2017
Menjemput Ariana

Aku menunggu kereta api itu tiba di stasiun Kanggureko. Nama stasiun yang menjadi tempat menunggu bagi siapapun yang dihinggapi rasa kangen.

Sore ini aku ingin menjemput Ariana. Sudah kubawakan aneka jenis makanan dan minuman favorite-nya.

Di stasiun Kanggan Kanggureko ini, aku menyempatkan diri membaca buku.

Aku membayangkan juga bisa menulis buku berjudul, "Menjemput Ariana" ...

Aku membayangkan saat membaca buku itu. Aku tiba pada kesimpulan jika Menjemput Ariana adalah soal ketabahan dan kesabaran.

O, stasiun Kangguriko ini ternyata banyak laki-laki menyendiri. Perempuan yang juga menyendiri. Bedanya, yang laki-laki sibuk memegang Hp sedangkan yang perempuan keasyikan menelpon.

Kenapa aku memilih stasiun Kangguriko?

Aku butuh ketenangan. Di sini semua sibuk ngobrol tema-tema yang membuat rasa kangenku terus berkobar menyala-nyala di hati.

Aku risih jika disamping kanan kiriku sibuk bermain HP.

Kenapa mereka tidak mencoba berdiam selama masa menunggu kereta api ini?

Tiba-tiba setan yang kemarin menjumpaiku bertanya?

"Ada apa denganmu?" bisiknya lembut.

"Aku sedang risih pada orang-orang di Stasiun Kanggureko ini. Masak semua sibuk main HP."

O, mereka datang ke sini untuk bepergian menjemput kekasihnya. Stasiun pemberangkatan bagi orang-orang yang terjebak rasa rindu itu. Ya tentunya pegang HP untuk ngobrol-ngobrol.

Apakah kamu tidak kangen?

kalau tidak kangen, kenapa aku harus menyimpan uang untuk membeli tiket jauh-jauh hari hanya demi menjemput Ariana! 

O, Stasiun Kangguriko.

Kapankah kereta itu akan tiba dan mengantarkanku tiba ke kediaman Ariana?

Entah ...

Setan terdiam, dia tak biasa meladani orang kangen. Dia takut menjadi baper dan militansinya merayu orang menjadi berguguran.

Jadilah aku menunggu kereta api sendirian tanpa obrolan apa-apa. 

  • view 88