Generasi Nongkrong dengan Kopi Hangat

Fendi Chovi
Karya Fendi Chovi Kategori Catatan Harian
dipublikasikan 2 bulan lalu
Generasi Nongkrong dengan Kopi Hangat

Bagi sebagian orang, kata "nongkrong" identik dengan orang-orang pengangguran dan orang-orang bersantai.

Nongkrong juga disebut identik dengan hal-hal tak produktif.

Lalu, bagaimana dengan generasi muda saat ini yang sudah terbiasa nongkrong?

Mari kita pahami dengan jelas di dalam tulisan ini!

Kata "nongkrong" sudah melekat dibenak banyak orang, apalagi dibenakku sendiri. Awalnya, aku melihat anak-anak muda seusiaku dan yang sedikit lebih tua. Mereka terbiasa duduk di pinggiran jalan dan di dekat jalan-jalan simpang tiga. Duduk-duduk di atas sepeda motor dan ngobrol ngalor ngidul hingga larut malam.

Kata "nongkrong" di dalam kegiatan seperti itu memang tak produktif. Identik dengan manusia mencari kebersamaan dengan cara yang salah. Dengan cara yang kurang mencerdaskan dan cenderung membuang-buang waktu.

Kegiatan itu, bukan sekadar dihujat orang tua. Namun, warga yang suka berlalu lalang di sekitar tempat tersebut pun menilai kebiasaan nongkrong di pinggir jalan memang kurang baik.

Lalu, bagaimana dengan mahasiswa atau pelajar yang hobi nongkrong di warung kopi atau di Cafe?

Ini jelas berbeda. Mereka nongkrong sambil mengerjakan tugas, membuat proyek, menikmati diskusi buku-buku yang baru dibacanya ataupun sharing pengalaman.

Ini tentu hal positif.
Mereka memang nongkrong untuk menikmati suasana yang santai.

Sesuatu yang memberikan kesempatan rehat dari rutinitas yang beragam di kampus ataupun di tempat kerja.

Dengan nongkrong, menikmati aneka makanan dan cemilan yang cukup bervariasi serta secangkir kopi hangat. Suasana benar-benar terasa kebersamaan yang mempertegas makna obrolan yang mencerdaskan.

Jadi, tidak perlu takut jika generasi muda dikenal generasi nongkrong sambil menyeruput kopi hangat.

Tidak perlu cemas jika generasi muda menghabiskan sebagian waktunya untuk-hal seperti itu.

Yang penting konten dan obrolan yang dilakukan benar-benar menginspirasi mereka untuk terkoneksi dan mendapatkan inspirasi.

Dengan demikian. Mereka menjadi pembelajar di luar tugas-tugas kuliah yang cenderung akademis dan prosedural.

Tentu nongkrong dengan kopi hangat mengimbangi kondisi dan keadaan yang formal seperti itu.
Iya, kan?

Fendi Chovi, 2017

Dilihat 45