Yang Mendahului Kita

Yang Mendahului Kita Yang Mendahului Kita

Kemarin, kita mendengarkan ulama kebanggaan kita. Telah berpulang ke hadirat-Nya meninggalkan negeri ini. Untuk selama-lamanya.

Namun, jika kita pikirkan lagi. Sosoknya memang telah tiada. Tapi warisan keteladanan dan pemikirannya, akan terus dikenang. Bahkan, melebihi usia yang diberikan oleh-Nya selama di dunia.

Kita (generasi yang baru terlahir) memang tak akan lagi bersua, bertatap muka, mencium tangan maupun sowan ke kediamannya. Namun, kita masih bisa melihat jejak-jejak yang ditinggalkannya di negeri ini.

Kepada sosok -sosok baru, yang terlahir sesudah kepergiannya.

Kita bisa mempelajari setiap pemikiran dan jejak keteladanan yang ditinggalkan oleh sang ulama.

Ketika ulama mendahului kita dipanggil oleh-Nya.

Kita akan kehilangan sosok dengan kemampuan lebih sebagai pelita dengan keilmuwan dan keteladannya.

Tugas kita sebagai generasi baru adalah menjadi pelita baru dengan situasi dan perkembangan masyarakat yang berbeda dari sebelumnya.

Kemarin KH Hasyim Muzadi meninggalkan kita

Mendahului kita menghadap-Nya

Hari ini dan di masa-masa mendatang
Kita tetap merindukan dan merasakan kehadirannya

Besok ataupun hari ini

Kita pun bisa dipanggil juga oleh-Nya

Kita tak pernah tahu, tersebab kematian adalah perjumpaan yang setiap dari kita akan merasakan kehadirannya 

Yang masih menikmati hidup, mari belajar dari yang sudah lebih awal mendahului kita.

Sebagai permenungan jika kita semua akan kembali kehadirat-Nya dan meninggalkan  status sebagai manusia di muka bumi ini.

Bayangkan. Jika nanti kita dijemput oleh-Nya!

Bagaimana orang-orang mengenang kehadiranmu di dunia ini?

Sebab dengan itu, kita bisa menjadikan diri ini lebih berharga di hadapan manusia dan Allah Swt.

Dalam hal ini, kita bisa belajar dari (Almarhum) kiyai Haji Hasyim Muzadi, yang telah mendahului kita.

Mengabdi dan berkontribusi untuk bangsa! 

Fendi Chovi, 2017

Sumber foto : Republika

Fendi Chovi

Yang Mendahului Kita

Karya Fendi Chovi Kategori Tokoh dipublikasikan 17 Maret 2017
Ringkasan
Kemarin, kita mendengarkan KH Hasyim Muzadi, ulama kebanggaan masyarakat di negeri Indonesia telah menghadap sang pencipta serta meninggalkan negeri ini. Untuk selama-lamanya. Hari ini ataupun besok kita pun pasti menyusul kehadirat-Nya.
Dilihat 29 Kali