Mengajak Generasi Muda Gemar Menulis

Fendi Chovi
Karya Fendi Chovi Kategori Buku
dipublikasikan 09 Maret 2017
Mengajak Generasi Muda Gemar Menulis

MENULIS merupakan kerja kreatif dan keabadian. Dengan menulis kita bisa mengabadikan beberapa momentum dalam hidup. Entah warisan pemikiran, imajinasi ataupun ide-ide kreatif tentang suatu pembangunan yang ada di negeri ini.

Berbagi gagasan melalui aktivitas dunia tulis-menulis merupakan kerja para intelektual ataupun seniman dalam mengabadikan pandangan hidupnya terhadap dunia.

Apalagi, di era multimedia seperti ini, menulis merupakan sesuatu yang sangat penting untuk dipelajari dan dipraktikkan untuk memberikan solusi dan gagasan kreatif saat menyikapi beberapa persoalan kebangsaan ataupun peristiwa yang ada di dalam kehidupan kita sehari-hari. 

Oleh karena itu, belajar menulis bukan saja sesuatu yang penting untuk dipelajari tetapi juga menjadi bagian dari perjuangan untuk mempertahankan tradisi keilmuan itu sendiri.

Tetapi, tidak sedikit generasi muda yang mengeluh saat disuruh untuk menulis. Tidak sedikit mengatakan malu karena tulisannya buruk. Beberapa orang lainnya menjadi kehilangan ide jika diperintahkan untuk menuliskan ide-ide terbaiknya.

Untuk itu, buku ”Mengarang Itu Gampang” sangat cocok dibaca sebagai salah satu referensi dan pelajaran untuk mengetahui lebih dekat dengan kegiatan dunia tulis-menulis.

Arswendo Atmowiloto, penulis buku tersebut menguraikan beberapa elemen penting tentang dunia kepenulisan dan hal-hal yang perlu diketahui agar kita mahir menulis.

Kenapa buku ini dianggap penting meski sudah ditulis pada tahun 1983 serta kemudian mengalami cetak ulang hingga cetakan ke-19 pada 2014? Salah satunya, buku ini mengajarkan tips kreatif cara menulis yang cukup simpel dan enak dibaca.

Para pembaca bisa menikmati buku ini seolah-olah mereka berwisata ke ruang-ruang kelas menulis yang disuguhi dengan saran-saran dan tips menulis yang paling kreatif.

Buku ”menulis itu gampang” ini menyuguhkan beberapa pesan dan anjuran bahwa menulis itu merupakan pekerjaan yang menarik, tidak ribet, dan cukup menguntungkan untuk dikerjakan.

Di awal prakata buku ini (hlm, vii), penulis menyampaikan bahwa menulis itu gampang karena bisa dipelajari. Asalkan, memiliki kebiasaan membaca dan menulis serta semangat yang tidak mudah patah. Yang terakhir inilah yang dimaksudkan dengan bakat.

Secara kreatif, Arswendo Atmowiloto mengemas buku ini dengan bentuk tanya jawab. Seolah-olah, dengan membaca buku ini kita menemukan dialog antara seorang guru dengan murid yang berkaitan dengan aktivitas dunia tulis-menulis. Cakupan dialog atau tanya jawab ini meliputi banyak hal, mulai dari realitas imajinatif, ilham, lalu cara menyampaikan ilham sehingga bisa menjadi ide menarik untuk dituliskan.

Arswendo juga membahas tentang cara menulis jenis-jenis plot, menggambarkan tokoh, menggarap tema, serta mengikuti sayembara.

Arswendo menyampaikan persoalan mendasar tentang menulis, sebagaimana yang ditulis di halaman pertama, dengan gaya dialog berikut ini :

1. Mengarang itu gampang, apakah ini tidak salah judul?

Tidak, dan tentunya kamu tidak salah baca.Mengarang itu gampang. Sekurang-kurangnya lebih gampang daripada yang kamu duga. Memang tak ada yang suka, kalau kita memiliki minat dan ambisi terus-menerus.

2. Selain minat dan ambisi yang terus menerus, apa ada syarat lain?

Ada syarat lain, yaitu : bisa membaca dan bisa menulis. Gampang, kan? Kalau kamu sudah mengangguk, berarti harus diperhatikan benar bahwa membaca dan menulis yang baik dan benar itu perlu latihan, perlu disiplin, perlu minat yang tak kunjung habis. (hlm, 1)

Saat ini gairah menulis para pelajar dan mahasiswa masih perlu digalakkan kembali. Belajar menulis tidak harus menulis makalah-makalah di ruang perkuliahan, mencatat pesan-pesan guru ataupun membuat laporan-laporan kegiatan organisasi, tetapi yang paling menarik adalah menulis realitas yang ada di sekitar kita sehingga bisa menjadi refleksi bagi kehidupan orang lain di sekitar lingkungan kita sendiri. Tentang ilham dan cara menuliskan ilham tersebut, Arswendo menjelaskan satu prinsip bahwa pengarang harus memiliki kesiapan mental sebagai seorang penulis.

Jadi, saran yang bisa saya sampaikan, buku itu menarik untuk dibaca dan pelajari. Kalau beberapa remaja masih merasa takut dan tidak berani menulis, paling tidak buku itu sedikit banyak akan memberikan panduan dan pedoman untuk menulis lebih baik dan cekatan.

Tentu para penulis yang baik memerlukan kedisiplinan berlatih, membaca lebih serius, dan berlatih menulis setiap hari. Jadi, dengan buku itu, mari kita mengajak generasi muda bangsa Indonesia ini gemar menulis?

Kalau bukan sekarang, kapan lagi?

 

Data Buku :

Judul : Mengarang Itu Gampang

Penulis : Arswendo Atmowiloto

Penerbit : PT. Gramedia Pustaka Utama, Jakarta

Hai Inspirator ! Artikel ini masih cocok dibaca meskipun resensi ini pertama kali dimuat di Harian Radar Madura (Jawa Pos Group) pada 1 Desember 2014

  • view 137