Kenangan dari Kopen tentang Meja

Fendi Chovi
Karya Fendi Chovi Kategori Catatan Harian
dipublikasikan 09 Maret 2017
Kenangan dari Kopen tentang Meja

Di tempat kos yang lama, tiba-tiba aku teringat tentang meja.

Meja itu menjadi saksi bila ternyata aku dan teman satu kos terbilang senang ngobrol.

Saat itulah, aku pun mulai berpikir jika meja bukan sekadar tempat makan ataupun untuk penunjang kenyamanan belajar maupun menaruh makanan serta minuman.

Lebih dari itu, meja menjadi tempat untuk mendiskusikan ide dan berbagi cerita dari yang serius hingga kelihatan konyol sama sekali.

Selain itu, meja juga menjadi tempat ngobrol paling seru. Di atas meja itu, kami seringkali menaruh segelas kopi, aneka makanan maupun cemilan dan kartu permainan.

Kebiasaan yang selalu teringat jika duduk bersama teman-temanku yaitu ngobrol di dekat meja. Seolah-olah, kami sedang bersidang di meja bundar.

Kegiatan ngobrol ini jauh dari kesan formalitas. Kebiasaan ngobrol ini hanya tukar pengalaman dan berbagi cerita dari daerah masing-masing, serta sesekali membicarakan tentang aliran musik, jenis makanan, jenis minuman maupun cerita pengalaman dari ruang kerja.

Adalah Danny, Molar dan Dadak, yang paling setia menjadi teman ngobrol hingga larut malam. Jika kami duduk mulai jam 7 malam dipastikan baru berakhir hingga jam 1 dini hari.

Saat itu, kami masih sama-sama nganggur dan memang baru saja melepas pekerjaan. Masa-masa seperti itu, kami anggap sebagai proses "rehat" sekaligus mencari kedamaian diri.

Dari kegiatan dan kebersamaan itulah, aku akhirnya menjadi sadar bila pada sebuah meja, kami menemukan kebersamaan.

Obrolan adalah kegiatan paling menyenangkan. Kami berbicara apa adanya. Sesuai kapasitas kemampuan kami membicarakan sesuatu.

Seru. Tentu saja !

Dari Dani, Molar dan Dadak ini, mengalirlah cerita yang tak putus-putusnya. Mula-mula tayangan video di Youtube yang diceritakan kembali. Lalu berganti ke pengalaman kerja. Permasalahan di lapangan hingga membicarakan logat bahasa dari masing-masing daerah.

Dani, dari Papua, sedangkan Dadak dari Klaten, Molar dari tanah Pasundan.

Entahlah, kami benar-benar menjadi akrab dan kian terbuka untuk berbicara sebagai sesama teman kos yang tinggal di Jl. Kopen Utama, Banteng, Ngaklik, Sleman, DIY.

Tepatnya di Jalan Kaliurang Km. 7

Gara-gara kebiasaan inilah, aku menemukan inspirasi bagaimana menyelesaikan masalah dengan cara duduk di atas kursi dekat meja.

Pada meja ini, kami pun belajar jika segala permasalahan harus dituntaskan dan dicarikan solusinya. 

Suasana di tempat kos benar-benar mendamaikan. Mungkin itulah alasan kenapa kami menjadi betah di kos dan sangat senang ngobrol di dekat meja.

Wah. Meja kalian nanti dibuat apakah?

Fendi Chovi, 2017

 

 

  • view 60