Biarkan Mantan Terkubur dan Kenangan yang Menyertainya

Fendi Chovi
Karya Fendi Chovi Kategori Renungan
dipublikasikan 23 Februari 2017
Biarkan Mantan Terkubur dan Kenangan yang Menyertainya

Kamu susah melupakannya, ya?
Lagi-lagi suara merdu mengalir
Di telingaku dan aku enggan mendengarkannya

Kenapa sih bertanya hal remeh seperti itu dan terus diulang-ulang?

Aku bosan mendengarnya

Aku menggugat suara itu

"Itu bukan remeh. Bukan hal yang kecil. Hanya kamu saja yang sulit mengingat-Nya."

O, apa pentingnya mengingat-nya atau mengingat-Nya? 
Itu inti jawaban dari pertanyaanku

Tahukah kamu? Kenapa aku selalu bertanya? Kamu susah melupakannya, ya?

Ternyata hatimu terisi oleh-nya daripada oleh-Nya
Ternyata pikiranmu lebih banyak mengingat-nya
daripada mememikirkan-Nya

Yang tak dipikirkan oleh-mu
Telah diketahui oleh-Nya

Dan setiap pertanyaanku
Juga dipahami oleh-Nya

Maafkan aku yang lancang bertanya
Kepadamu tentang apa tersulit
Bagimu untuk melupakannya
Padahal, Zulaikha, gadis yang mengincar
Yusuf dan segala keindahan akhlaq-nya
Tiba-tiba meloncati batu ingatan
Untuk melupakan-nya dan membiarkan diri
Melihat keagungan-Nya!

Kini semua kegelisahanmu sebenarnya bisa berakhir dengan pertanyaan
Apakah kehadiran-nya lebih kamu nikmati?
Daripada kehadiran-Nya

Jika ia demikian
O, pantas saja kenanganmu padanya
Susah terkubur beserta seluruh bagian-bagian
Yang menyertai-nya

Adakah kamu masih keberatan ditanya seperti itu?

 

Fendi Chovi, 23 Februari 2017

* RethinkingYou (4)

Dilihat 41