Biarkan Mantan Terkubur dan Kenangan yang Menyertainya

Biarkan Mantan Terkubur dan Kenangan yang Menyertainya Biarkan Mantan Terkubur dan Kenangan yang Menyertainya

Kamu susah melupakannya, ya?
Lagi-lagi suara merdu mengalir
Di telingaku dan aku enggan mendengarkannya

Kenapa sih bertanya hal remeh seperti itu dan terus diulang-ulang?

Aku bosan mendengarnya

Aku menggugat suara itu

"Itu bukan remeh. Bukan hal yang kecil. Hanya kamu saja yang sulit mengingat-Nya."

O, apa pentingnya mengingat-nya atau mengingat-Nya? 
Itu inti jawaban dari pertanyaanku

Tahukah kamu? Kenapa aku selalu bertanya? Kamu susah melupakannya, ya?

Ternyata hatimu terisi oleh-nya daripada oleh-Nya
Ternyata pikiranmu lebih banyak mengingat-nya
daripada mememikirkan-Nya

Yang tak dipikirkan oleh-mu
Telah diketahui oleh-Nya

Dan setiap pertanyaanku
Juga dipahami oleh-Nya

Maafkan aku yang lancang bertanya
Kepadamu tentang apa tersulit
Bagimu untuk melupakannya
Padahal, Zulaikha, gadis yang mengincar
Yusuf dan segala keindahan akhlaq-nya
Tiba-tiba meloncati batu ingatan
Untuk melupakan-nya dan membiarkan diri
Melihat keagungan-Nya!

Kini semua kegelisahanmu sebenarnya bisa berakhir dengan pertanyaan
Apakah kehadiran-nya lebih kamu nikmati?
Daripada kehadiran-Nya

Jika ia demikian
O, pantas saja kenanganmu padanya
Susah terkubur beserta seluruh bagian-bagian
Yang menyertai-nya

Adakah kamu masih keberatan ditanya seperti itu?

 

Fendi Chovi, 23 Februari 2017

* RethinkingYou (4)

Fendi Chovi

Biarkan Mantan Terkubur dan Kenangan yang Menyertainya

Karya Fendi Chovi Kategori Renungan dipublikasikan 23 Februari 2017
Ringkasan
Maafkan aku yang lancang bertanya Kepadamu tentang apa tersulit Bagimu untuk melupakannya Daripada mengingat-Nya ... (RethinkingYou (4)
Dilihat 20 Kali