Kisahkan Saja Bahwa Kamu akan Lebih Baik

Kisahkan Saja Bahwa Kamu akan Lebih Baik Kisahkan Saja Bahwa Kamu akan Lebih Baik

Tiba-tiba ada pesan masuk ke ponselku.

Kulihat pesan dari seseorang. Seseorang yang selama ini membantuku. Memberikanku semangat. Meskipun antara aku dan si pemberi pesan itu tak ada ikatan kekerabatan. Tapi, hubungan persaudaraan sangat melekat di dalam diri kami.

"Hai tidak seharusnya lho gadis itu ada di hatimu saat ini. Bukankah kamu sudah berjanji untuk tidak mengikat hatimu. Tidak membiarkan dirimu terjebak pada perilaku hubungan muda-mudi."

Begitu isi pesan yang masuk ke ponselku.

Belum sempat kubalas. Pesan berikutnya masuk.

"Buktikan saja kamu bertanggung jawab dengan masa depanmu. Yakinlah masa depanmu masa depan dia juga. Buktikan jika kamu ingin sekolah dulu. Ingin mengejar sesuatu yang lebih penting dulu."

 Pesan itu semakin menohokku.

"Jangan sekali-kali memberi sesuatu yang kamu sendiri ragu memperjuangkannya dan waktumu pun terbagi."

"Jika dia cinta sejatimu. Dia akan mengerti keadaanmu. Jika dia tak mengerti dan tidak sabar dengan apa yang kamu lakukan. Mungkin, dia tak benar-benar ada untukmu di saat kamu masih sibuk merencanakan semua impian terbesarmu."

"Ingat. Manisnya hidup setelah lelah bersabar. Setelah lelah menunggu. Setelah lelah berjuang. Dan kamu sudah berjalan ke arah itu."

Tiga pesan kembali masuk ke ponsel-ku.

"Kamu tak perlu menyesal. Jika kelak kamu ditinggalkan. Kamu tak perlu menyesal jika kelak kamu dibiarkan sendiri. Di kala dia bersanding dengan yang lain."

Yang perlu kamu sesalkan, jika kamu tak pernah merawat impian-impianmu sendiri. Sebuah impian yang berpotensi ribuan anak manusia terinspirasi oleh tindakan-tindakan besarmu.

"Yakin saja. Tuhan tak selalu berdiam diri."

"Tuhan selalu ada ketika hamba-Nya membutuhkan-Nya."

Kerjakan saja bahwa kamu akan selalu lebih baik di hadapan tuhan.
Bukankah tuhan sendiri pernah menenangkan diri kita dengan firmannya.

"Lelaki yang baik untuk perempuan yang baik. Dan begitu pun sebaliknya."

O, aku lupa itu ditegaskan di ayat berapa? Silakan cari sendiri, ya biar kamu juga senang membaca kitab sucimu.

Aku membaca pesan yang begitu banyak dari seseorang pagi ini tanpa sempat kubalas semuanya.

Ya, pesan yang diam-diam mengajak diriku berpikir tentang aku dan sesuatu yang kubayangkan menjadi bagian dari diriku sendiri.

Fendi Chovi

Kisahkan Saja Bahwa Kamu akan Lebih Baik

Karya Fendi Chovi Kategori Renungan dipublikasikan 22 Februari 2017
Ringkasan
Kisahkan saja, jika apa yang kamu lakukan hari ini. Adalah pengharapan untuk masa depanmu (dan dia) di masa mendatang. Buktikan saja! (RethinkingYou (2).
Dilihat 29 Kali