Seteduh Angin, Saat Engkau Tak Sadar Disapa oleh-Nya

Seteduh Angin, Saat Engkau Tak Sadar Disapa oleh-Nya Seteduh Angin, Saat Engkau Tak Sadar Disapa oleh-Nya

Maafkan aku yang membangunkanmu
Kata seekor nyamuk mungil bersiul-siul aneh

O, 

Nyamuk sialan !

Kuhardik 

Kukejar

Hingga ke dinding kamar

Plak! 

Kulihat tubuhnya
Tergelatak di tanganku

Tak lama tanganku menyisak bercak merah dan rontokan kaki-kaki mungilnya

Biarpun hingga berabad-abad

Para ilmuwan tak mampu
Membuat serupa wujudmu 

"Aku terganggu olehmu," gerutuku.

Tiba-tiba aku mencoba tidur lagi

Entah, kelopak mata tak terpejam

Tubuhku tiba-tiba terasa mendingin
Tercabik udara dari jendela yang tak tertutup rapat

Aku pun terbangun kembali
Terbangun lagi hingga Jam 2 dini hari

Sepi
Senyap

Tak ada duka
Tak ada tangis

Saat 30 menit terlewati

Entah, mataku dihujani kantuk

Aku tertidur lagi

Di luar suara bertalu-talu terdengar
Hamba-hamba yang menyembah-Nya
Terbangun dan bertasbih
Duduk menangisi segala dosa-dosanya

Aku tak terbangun
Aku tak mendengar

Saat pemilik semesta
Memberi waktu  mengingat-Nya

Aku terlelap dengan keteduhan angin
Aku terlelap dengan kisah mimpi
Yang tak kuasa kulawan ditiadakan
Yang mau kuasa kuakhiri hingga pagi

O, hamba-Mu ya Tuhan
Datang menemuiku
Menegurku
Menasehatiku

"Aku mencintamu, akhi."
"Bangunlah. Tak seharusnya terlelap."

Di kala panggilan-Nya.
Di kala hamba-hamba yang mengingat-Nya

Terbangun untuk menangisi semua dosa

Dan engkau masih asyik menutup mata

Dalam tubuh angin
Yang meneduhkan tidurmu
Dalam tubuh angin
Seperti itulah juga
Nikmat sang pecipta menyapamu
Melebutkan hatimu
Memaafkan semua salahmu
Sapaan-Nya kau lalui
Panggilan-Nya kau hianati

Pada suatu hari nanti. Kau akan menyadari
Antara aku dan kamu
Yang sama-sama hidup
Hanya bisa bersedih
Hanya bisa menyesal

Jika yang sesejuk angin
Kau tak menjadikan untuk mengingat-Nya

Hamba-Mu yang semalam mengingat-Mu
Yang bertamu ke rumahku
Serasa berbisik dengan ditelinga

Ah, kamu!
Begitu lama kudengar dengkurmu

Yogyakarta, 20 Februari 2017

 

Fendi Chovi

Seteduh Angin, Saat Engkau Tak Sadar Disapa oleh-Nya

Karya Fendi Chovi Kategori Renungan dipublikasikan 20 Februari 2017
Ringkasan
Saat engkau disapa oleh-Nya Melalui seekor nyamuk Mungkinkan engkau terbangun Lalu berterima kasih Dan memuji kebesaran-Nya #Rethink-You (1)
Dilihat 28 Kali