Dari Rainer Maria Rilke Untuk Anak Muda yang Terobsesi sebagai Penulis

Fendi Chovi
Karya Fendi Chovi Kategori Renungan
dipublikasikan 16 Februari 2017
Dari Rainer Maria Rilke Untuk Anak Muda yang Terobsesi sebagai Penulis

Membaca Surat untuk Penyair Muda yang ditulis penyair besar Jerman, Rainer Maria Rilke, seperti mendengarkan bisikan paling menguatkan sekaligus menjadi teguran bagi siapapun yang ingin meneruskan semangat untuk (menjadi) seorang penulis.

Surat yang sejatinya ditujukan kepada penyair muda bernama Franz Kappus itu, seperti membentangkan jawaban-jawaban bagi siapapun (selain Kappus) untuk merenungkan kembali sebuah alasan terbaik dan terhebat kenapa memutuskan sebagai penulis. 

Kenapa kamu harus menjadi penulis? 

Dari Rilke inilah, bisikan-bisikan itu terdengar seperti teguran sekaligus bisikan yang cukup menginspirasiku mungkin juga dirimu (yang telah membaca buku tersebut), untuk kembali bertanya, kenapa memilih jalan sebagai seorang penulis?

Apa alasanmu masih menyimpan harapan sebagai seorang penulis?

Jika jawabanmu adalah "iya" sebagai perjanjian diri untuk menekuni dunia ini. Maka, inilah waktu bagi kamu untuk mendengarkan bisikan Rainer Maria Rilke.

Rainer, di dalam suratnya kepada Franz Kappus, menyatakan :

"Carilah alasan kenapa Anda ingin menulis; rasakan apakah alasan itu telah menanamkan akarnya jauh ke dalam diri Anda, hati Anda, hingga Anda lebih baik mati daripada diharuskan berhenti menulis."

Jawaban itu memberi ruang bagi diri. Bagi segala hasrat. Bagi segala harapan yang membentuk bayangan-bayangan ideal. Agar dipertanyakan kembali. Sebenarnya, apa sih tujuan kalian menulis. Pernahkah kalian bertanya seperti itu?

Pernahkah kalian ragu atau takut ketika telah berjalan dan menjalani aktivitas sebagai penulis?

Apa yang membuat kalian ragu?

Maria Rainer Rilke pun memberikan jawaban ideal bagi Franz Kappus.

"Di atas semua itu, Anda perlu memberanikan diri untuk bertanya kepada diri Anda sendiri: haruskah Anda menulis?

Lalu dengarkanlah bisika berikutnya :

"Carilah jawabannya di dalam diri Anda. Jika jawaban dari pertanyaan itu sifatnya positif; atau bila Anda menjawab pertanyaan itu dengan lugas dan sederhana: “Saya harus menulis,” maka saya sarankan bagi Anda untuk mulai membangun hidup Anda sesuai dengan jawaban tersebut. Setiap momen dalam hidup Anda harus Anda dedikasikan untuk menulis. Ini adalah kesaksian Anda."

Buku Rainer Maria Rilke ini, yang didalam bahasa inggris dikenal dengan Letters to A Young Poet setidaknya memberikan angin segar untuk menghayati dalam-dalam sebuah pertanyaan : 

Kenapa kamu ingin menjadi seorang penulis?

Untuk itu, sadarilah jika menulis sejatinya adalah semangat untuk membuka ruang bagi siapapun untuk berdialog dengan diri sendiri serta dengan orang lain untuk menggali ilmu dan membagikan gagasan.

Fendi Chovi, 2017

 

  • view 90