Beramal dengan Sepotong Tulisan

Fendi Chovi
Karya Fendi Chovi Kategori Renungan
dipublikasikan 03 Februari 2017
Beramal dengan Sepotong Tulisan

Jika engkau bukan anak penguasa dan ulama, maka menulislah !

Anjuran klasik dan memikat dari Imam Al-Ghazali, pengarang Ihya' Ulumuddin menarik diaplikasikan di era saat ini.

Di era teknologi informasi saat ini, menulis benar-benar menjadi salah satu alternatif yang sangat layak dijadikan sarana melakukan perubahan.

Setiap dari kita saat ini adalah gerbong yang ikutserta menjadi membawa ribuan informasi.

Menulis tentu menjadi daya gendor dan daya dobrak yang sangat signifikan bagi seseorang yang tidak terlahir dengan status sosial tinggi dimata masyarakat dalam menyuarakan harapan-harapan itu perubahan itu.

Sebagian masyarakat masih menilai jika status sosial kerapkali dijadikan sebagai tolak ukur kesuksesan seseorang. 

Namun, membayangkan perubahan besar tercipta hanya dengan mengandalkan status sosial, menyebabkan diri ini terjebak dengan romantisme masa lalu.

Hari ini setiap orang bisa melakukan perubahan besar. Dengan media sosial (Twitter, Facebook, Instagram, Blog) setiap dari kita berpotensi menjadi bagian dari agen perubahan itu, apalagi jika dipadukan dengan semangat menulis.

Nah, peluang tersebut sudah seharusnya dilirik kembali sebagai salah satu langkah untuk ikut menanamkan amal kebaikan kepada orang lain di sekitar kita.

Menulis yang membuat orang lain terbangun dan mengikuti gagasan kita tentu sebuah cara yang sangat tepat dilakukan secara konsisten.

Tulislah sesuatu yang menginspirasi orang lain melakukan untuk perubahan besar !

Media sosial bukan semata-mata ajang untuk terkoneksi, berjejaring, tetapi juga menjadi tempat bertukar ide dan pengalaman.

Dari ruang-ruang itulah, sebenarnya diri kita ini mendapatkan potensi menyebarkan gagasan sebagai sarana menginspirasi orang lain melakukan perubahan besar.

Di masa lalu, barangkali hanya kalangan penguasa dan ulama yang mampu menciptakan perubahan dengan status sosial itu, tetapi di era saat ini semua orang bisa memberikan pengaruh satu dengan yang lain.

Anak remaja hingga yang tua-tua juga berlomba-lomba menebarkan pengaruh lewat tulisan. Membaca semangat mereka itu, setidaknya kita pun ikut belajar memanfaatkan kesempatan itu untuk menebar benih-benih kebaikan dan perdamaian di sekitar kita.

Nah jika kita masih kesulitan menebarkan amal kebaikan kepada orang lain karena masalah finansial dikarenakan kita bukan kelompok orang-orang berkecukupan, maka ingatlah pesan Imam Al-Ghazali di atas.

Sebab sepotong tulisan pun bisa menjadi amal jariyah jika mampu memberikan akar kebaikan.

Tulislah dan buatlah inspirasi agar manusia melakukan perubahan besar. Aku sudah memulainya, bagaimana dengan kalian?

  • view 60