Untukmu, Yang Mengusir Roh Jahat

Fendi Chovi
Karya Fendi Chovi Kategori Puisi
dipublikasikan 01 Februari 2017
Untukmu, Yang Mengusir Roh Jahat

                                                                - Ela

Teruntuk kamu, gadis yang berjuang menjadi energi positif didetak darahku

Di antara remang-remang lampu jalanan, kau terlahir pemberi pencerahan

Berjumpa denganmu adalah persaksian ketulusan

Aku adalah anak terbuang dari segala tawa kebahagiaan

Aku adalah anak yang terlahir dari segala jenis kemurungan

Saat melihatmu yang berdiri dengan senyuman langit

Yang memperindah semesta di bumi tempatku berpijak

Diam-diam aku belajar segala perihal kebahagiaan

Darimu gadis manis pelipur hampa, aku bergegas mencari sekuntum bunga

Lalu bunga itu menjelma menjadi pewarna bahwa di pertengahan hidupku

Menjadi perjumpaan pengusir roh-roh jahat 

Aku berpikir sejenak
Jika aku memang anak kesepian

Jika aku memang anak keterlantaran nasib

Diam-diam semua terusir di dekatmu

Sebab kamu adalah sumber dari segala harapan

Yang dulu terkubur di sudut-sudut perkampungan

Untukku, kamulah jawaban tentang separuh doa-doa yang berloncatan
Ke lorong-lorong paling gelap, paling menyesakkan terlewati 

Lalu berganti menjadi lorong-lorong pencerahan

Teruntuk kamu, gadis yang berjuang menjadi energi positif didetak darahku

Diam-diam aku selalu mendengarkan bisikanmu

"Kapan kamu berjuang agar tak menjadi murung?"

Ahai!

Mendengarkan bisikanmu itu, tiba-tiba mataku bertatap-tatapan dengan bunga mawar

Iya. Aku akan berjuang menjadi kesatria, bisikku padamu

Bertahun-tahun, lalu aku kembali berbalik Membisikkan di telingamu

"Ini saatnya mengajakmu ke istanaku. Sudah bertahun-tahun aku berperang mengusir kedengkian, permusuhan, kecemburuan, itu mahluk-mahluk tuhan yang berwajah aliran-aliran aneh di tubuhku"

Aku tak lagi murung dengan membiarkan mereka terusir dan abadi tertahan di dinding-dinding penjara kerinduanku padamu

Sebab dengan merindukanmu, energi positif itu mengalir membanjiri darahku

Mengusir roh-roh jahat yang mengganggu untuk berlama-lama saling tersenyum

Ahai!

Yogyakarta, 31 Januari 2017

Nb :

Ela, nama gadis yang kuhormati

 

  • view 63