Dari Galau Menjadi Penulis Mencerahkan

Fendi Chovi
Karya Fendi Chovi Kategori Inspiratif
dipublikasikan 29 Januari 2017
Dari Galau Menjadi Penulis Mencerahkan

Tuhan telah memberiku alasan untuk hidup, bekerja, dan berjuang di lembah air mata ini

Sepotong ungkapan menggugah rasa di atas kunikmati dari hasil jemari seorang lelaki bernama Paulo Coelho, penulis favorite yang kusukai sekaligus pengarang novel, The Al-chemis yang terkenal itu.

Dari pesan tulisan Paulo Coelho di atas, sudah seharusnya, kita bergerak dan menjadikan diri kita sebagai pejuang-pejuang dengan target besar yaitu perubahan.

Bayangkanlah! 

Setiap dari kita memiliki potensi, memiliki kesempatan, menyalurkan inspirasi bagi orang-orang di sekitar.

Kita hanya tinggal menunggu kesempatan. Kita hanya tinggal menunggu waktu sebagai bagian dari inspirator dunia.

Sayangnya, kita seringkali termusnahkan oleh ketakutan demi ketakutan yang lahir dari diri kita sendiri.

O, jika dibiarkan menjadi raja. Ketakutan-ketakutan itu suatu waktu bisa membunuh diri ini. Suatu waktu membuat diri kita terjebak kegalauan, keputusasaan, rasa ketergantungan pada momen-momen sedih.

Pada saat-saat seperti itu kita pun enggan beranjak menghadapi dunia nyata. Padahal, di dunia nyata inspirasi hidup yang sebenarnya terbentang di depan kita. 

Pikirkanlah. Apa yang membuat diri kita menjadi takut. Menjadi cemas dan menjadi galau.

Menjadi seorang inspirator. Bukan semata berbicara kesempurnaan diri.

Bukan juga semata membicarakan kelemahan kelemahan yang ada.

Menjadi inspirator adalah soal perubahan besar. Pencapaian besar yang tercipta dari semangat baja yang awalnya diri kita merasa tak mampu mewujudkannya.

Lalu kita bergerak Tersebab menemukan pintu-pintu inspirasi dari kesuksesan-kesuksesan orang lain. Yang gigih memperjuangkan masa depannya dengan kisah-kisah air mata dan rasa lelah.

Orang seperti itu harus hadir ke publik. Berbagi cerita sekaligus ikut menebarkan sesuatu yang mencerahkan. Ingatlah !

Mereka manusia-manusia tidur yang harus dibangunkan. Setiap membangunkan mereka, kita memerlukan seperangkat kata dalam bentuk ungkapan-ungkapan menginspirasi.

Yang galau. Bangkitlah. Dari kalianlah. Cerita-cerita keputusasaan itu harus diwujudkan dan dibangunkan.

Lalu giliran berikutnya, jadilah penulis mencerahkan!

Dilihat 46