Membiarkanmu Seperti Apa Adanya

Fendi Chovi
Karya Fendi Chovi Kategori Catatan Harian
dipublikasikan 25 Januari 2017
Membiarkanmu Seperti Apa Adanya

Pada suatu waktu, aku sempat berpikir tentang ungkapan menarik Erich Fromm di buku, The Art of Loving yang ditulisnya.

Dengan bergembira, dia menuliskan jika mencintai adalah memberi. Bukan meminta.

Saat itulah aku memahami. Memberi ternyata tak selalu soal perhatian.

Tapi juga kesempatan berpikir. Aku membiarkanmu seperti apa adanya. Berpikirlah. Merenunglah. Jika kamu siap untuk mengaruhi kehidupan ini bersama-sama. Mari !

Sebab, diam-diam aku menyadari jika mencintai haruslah bersandar pada tali saling memiliki.

Bayangkanlah. Jika kita mencintai namun sangat berat terasa untuk memiliki seutuhnya. Cinta semacam ini rentan pada rasa sakit.

O, demikian kata orang dan diam-diam aku merasakannya juga.

Tentu saja dengan hadirnya cinta tetapi tidak saling memiliki. Maka itulah saat-saat paling menyedihkan sekaligus menghadirkan narasi hidup yang penuh kegalauan, keputusasaan, kesedihan bertubi-tubi dalam kehidupan seseorang.

Jika rasa cinta itu sudah begitu berat dilepaskan. Pada saat-saat seperti itulah, dia menjalani berjuta kebimbangan. Jiwanya berlepasan, pikiran sehatnya melayang-layang.

Dia kehilangan dirinya. Dia menjadi budak hasrat. Jika tak segera ditolong, dia bisa tersesat terbawa gerbong kereta kesedihan.

Aku pun berpikir hal sama. Pada saat-saat seperti itu, aku membiarkan hasrat apa adanya. Aku membiarkan kehidupan mengalir tanpa ditumbuhi target-target yang semakin menyesakkan dada.

Begitu pun dengan rasa cinta. Kubiarkan dia mengalir dikala semua harapan benar-benar terasa semakin jauh untuk dijangkau.

Aku tak sedang belajar ikhlas atau pasrah dengan seperti itu. Tapi aku sedang belajar memberikan jeda pada rasa yang ada di hati ini.

Diam-diam juga ingin kupetik sebuah quote dari Tere Liye, nama yang novelnya disukai para pembaca. Terjual laris manis di Pasaran. Iya. Di pasaran, novel-novelnya seperti dagangan yang laku terus.

"Lepaskanlah. Maka esok lusa, jika dia adalah cinta sejatimu, dia pasti akan kembali dengan cara mengagumkan. Ada saja takdir hebat yang tercipta untuk kita. Jika dia tidak kembali, maka sederhana jadinya, itu bukan cinta sejatimu." tulis Tere Leye di novel Rindu.

Dan itulah tantangan juga ketika berjuang hendak mewujudkan semangat kebersamaan.

Kamu hanya perlu waktu untuk membiarkan dirimu. Melepas perasaanmu. Kembalilah ke dunia nyata. Dunia nyata adalah dunia tempat kamu berpijak. Menyatakan perjuangan yang sesungguhnya.

Biarkan cintamu. Biarkan apa adanya. Namun, jangan biarkan dirimu melepaskan apa yang telah kamu pilih.

Kamu bukan pengecut yang suka kutu loncat dari hati ke hati, kan?

 

 

  • view 73