Tuan Mandela, Kata-Katamu Bikin Kami Baper!

Fendi Chovi
Karya Fendi Chovi Kategori Catatan Harian
dipublikasikan 18 Januari 2017
Tuan Mandela, Kata-Katamu Bikin Kami Baper!

Siapakah sosok yang mengajakmu berdamai dengan orang lain?

Haha. Pertanyaan itu penting dijawab. Siapakah mereka? Apakah Anda masih mengingatnya? Apakah Anda sudah melupakannya?

Tentunya, Anda harus memberikan ruang untuk memikirkan mereka. Mereka bisa sosok terdekat dan bisa juga sosok terjauh yang hanya kita kenal namanya.

Selama ini, bila berbicara perdamaian, aku banyak belajar kepada Nelson Mandela. Aku juga menelusuri sepak terjang bapak Afrika Selatan yang legendaris dengan kecintaannya akan batik Indonesia itu.

Lelaki tua itu banyak menginspirasiku. Tentu, kalian juga bisa mengikuti jejak dan pemikiran dia. Itu perlu dan wajib.

Sosok seperti Mandela memang orang besar dan pengaruhnya menggurita di mana-mana bagi pejuang keadilan dan perdamaian dunia.

Dari Nelson Mandela, aku belajar tentang persahabatan dan semangat memaafkan. Bahkan, dari Nelson Mandela juga, aku belajar memaknai persaudaraan.

Sungguh ungkapan Nelson Mandela ini mengajarkanku cara mengalahkan lawan, If you want to make peace with your enemy you have to work with your enemy, then he becomes your partner.

Sayangnya, tak ada yang seratus persen mengamalkan ungkapan Tuan Mandela di atas. Mirisnya, banyak yang frontal dengan melakukan perlawanan.

Bila kukaitkan dengan realitas yang ada saat ini. Ungkapan itu cukup berseberangan dengan sikap anak-anak muda pada umumnya.

Ketika mereka dibenci, mereka ikut membenci, saat mereka dibully, mereka ikut menyerang membully. Bila mereka dicacimaki, mereka ikut mengeluarkan makian.

Terus, bila demikian yang terjadi. Kapankah saat kalian dihujat, malah membalas dengan senyuman?

Emangnya, pacar? Dibalas senyuman segala? He he he ...

Ah, kenyataan itu bukan hanya dialami kalian, aku pun juga sama. Bahkan, pembangkangan seringkali kulakukan dilingkungan bertetangga. Meskipun akhirnya, aku mulai mencoba berdamai dengan keadaan seiring tingginya pendidikan dan kedewasaan diri. 

Sungguh mengecewakan. Hidup yang singkat ini kita jadikan lahan semangat saling membalas dalam hal keburukan. Sesuatu yang tak lebih mulia daripada berdiam diri dalam menyikapi persoalan.

Bila ungkapan-ungkapan Mandela tersebut belum mampu mengajak diri kita terbawa perasaan (baper) untuk menjadi bagian dari aktivis perdamaian di sekitar kita. Maka ingatlah ungkapan bijak ini. Mungkin ini bisa dijadikan pembuka kitab baper bagi aktivis yang anti perdamaian.

Life is too short to make something small. Ya, dunia ini memang terlalu singkat bila kita hanya melakukan hal-hal kecil.

Siapa yang Anda rangkul saat ini agar mereka tergerak untuk saling menghormati dan mencintai?

Ahai jangan sampai itu hanya pacar kalian. Itu terlalu!

  • view 83