Dosa Kesepian

Dosa Kesepian

Felicia Megasari
Karya Felicia Megasari Kategori Catatan Harian
dipublikasikan 19 Juni 2018
Dosa Kesepian

Sehari, seminggu, sebulan, hingga tahun berjalan, berganti musim, berganti dengan yang lain mungkin?

Yah, kata-kata "berganti dengan yang lain", bukan berarti sesuka hati berpindah hati. Percayalah semua yang sudah dijalani, setiap hubungan yang pernah dilalui, sesungguhnya memang jalan yang harus dilalui, namun bukan jalan seharusnya yang harus dilewati, walaupun masing-masing memiliki ceritanya. 

Kini berakhirlah disini, perasaan sepi. Rindu masa-masa ketika ada seseorang yang diperjuangkan dan memperjuangkan. Sama rasa satu tujuan.

Memperjuangkan dan diperjuangkan, sampai saat ini, sekali perasaan itu pernah terjadi, harus berakhir karena perbedaan.  Yang lain hanya manis di awal. Hanya kata-kata bualan. Kenapa juga yang manis terkadang kumakan? Sial benar nasib ini. Dengan semua cerita yang telah terjadi, membuat lebih kuat untuk menutupi diri maupun hati 

Seringkali manis di awal, entah sejak kapan aksi jual mahal dilancarkan. Bahkan tak segan-segan terjadi tarik ulur, putus nyambung, drama berkepanjangan. Dan pada ending yang sebenarnya dari awal sudah  ter-setting  terjadilah pada saat puncak-puncaknya bosan bermain.

Dosa pasti. Permainan dalam perasaan. Ada rasa senang melihat orang mengejar cinta yang tidak pasti, usaha dan pengorbanan, walau terkadang muncul iba, hati tak kunjung terbuka. Bukan saat yang tepat. Melihat seberapa keras usaha untuk menarik hati, supaya pintu terbuka. Sampai saat ini belum terjadi. Salah dimanakah? 

Sebersit rasa bersalah ada, ingin membuka diri beri kesempatan, tapi hati tak ingin salah memilih.

Melakukan permainan seperti ini membuat hati terasa lelah, emosi juga terkuras. Tetapkan niat untuk berhenti. 

Doa yang terucap, jangan pernah buka hati untuk orang yang salah. Buka hati ketika pasangan hidup yang memang ditakdirkan untuk diri datang mendekat. Supaya tak ada hati yang tersakiti.

Kesadaran diri yang tersisa membuat berpikir bahwa  sepi membawa kita ke dalam hal-hal yang mungkin bisa saja membuat kita berdosa karena telah merasa kesepian. 

Kini yang tersisa penantian, hingga saatnya tiba, hati tak akan terbuka untuk jatuh cinta. 

Menutup diripun ternyata membuat orang lain juga terluka. Kapan tiba waktunya berjuang bersama?

 

  • view 31