Lonely

Felicia Megasari
Karya Felicia Megasari Kategori Catatan Harian
dipublikasikan 28 September 2017
Lonely

Teruntuk lelaki yang sebelumnya tak kuinginkan.

Bukan karna aku tak mencintaimu. Tapi lebih karena aku belum siap sepenuh hati.

"Sebelum aku mencintaimu, aku tak akan pernah benar-benar bisa di sisimu, karna saat ini di hatiku hanya ada penolakan untukmu. Kuharap engkau bisa membuka hati untuk yang lain. Jangan terpaku terhadapku saja. Karna bisa saja pintu itu tepat di depanmu, tapi kamu lebih memilih pintu yang lain. "

Mungkin kalian yang pernah membaca ceritaku sebelumnya (lihat di https://www.inspirasi.co/feliciamegasari/35676_jodoh), kalian akan tau seberapa besar penolakan itu. 

Aku berpikir, jika saat itu tiba. Apakah aku akan benar-benar siap kehilanganmu?

Wahai kau yang pernah mengisi hatiku, taukah seberapa besar penyesalan itu datang menghampiriku? Walaupun hubungan yang kita jalani hanya seumur jagung, yang kudapatkan bersamamu adalah perasaan seumur hidup. 

Aku menyesali perbuatanku, yang mengabaikanmu, yang tak menghargaimu. Aku lebih mementingkan egoku, aku hanya ingin merasa dicintai, aku hanya ingin melihat seberapa besar usahamu, seberapa besar  kau bertahan dengan sikapku. 
Berulang kali aku melepasmu, mengikatmu dan kemudian menjatuhkanmu. Begitu besar kesalahanku padamu. Maafkan aku. 
Jika aku memiliki kesempatan itu, aku ingin mengganti seluruh kemarahanmu, kesedihanmu, kekecewaanmu, dan perasaaan yang entah seperti apa, yang pada akhirnya membuatmu melepasku, menyerah padaku. 

Ketika hari ini datang, aku menyesalinya, sungguh. Aku ingin semuanya tak berakhir seperti ini.

Aku ingin sekali saja kesempatan itu datang. 
Aku ingin membuatmu merasa dicintai, cinta yang sesungguhnya. Bukan karna terpaksa maupun cinta yang sedang menata hati. Aku ingin mencintaimu dengan sungguh. Meyakini dirimu dalam hidupku. Karna aku kini telah siap sepenuh hati.

Namun semua sudah terlambat. Kesakitanmu membuatmu tak percaya padaku. Kau tak ingin mengulang apa yang telah terjadi. Walaupun aku berusaha meyakinkanmu, sia-sia saja. Kau sudah tak menginginkanku. Bahkan kini kau telah berpaling.

Aku kecewa terhadap diriku, aku menyesalinya. Penyesalan yang rasanya tak tau kapan berakhir. 

Dan kini, ketika aku ingin berusaha mendapatkanmu kembali, rasanya benar-benar terlambat. 

Dan akankah aku kembali menuruti egoku? Padahal aku sadar benar, bahwa kau juga pantas mendapat kebahagiaan itu. 

Jika saja aku bisa dapatkan kesempatan itu, tak akan aku lepasmu kembali. (KAYG)

  • view 18