Jodoh

Felicia Megasari
Karya Felicia Megasari Kategori Catatan Harian
dipublikasikan 15 September 2017
Jodoh

Kisahku dengan mereka, para barisan mantan. Entah siapa saja yang kuharapkan menjadi pelabuhan terakhir. Nyatanya mereka hanyalah "mantan calon pasangan sehidup semati"  yang bahkan mungkin hanya akulah yang berharap seperti itu. 

Hubungan yang dijalani sekian bulan bahkan tahun pastinya meninggalkan cerita, susah senang suka duka amarah sukacita, dan banyak berbagai hal yang sangat unpredictable. Rasanya seiring waktu yang sudah dilewati, masih saja ingatan akan mantan kembali lagi. Barang-barang peninggalan terutama kenangan, membuat kita flashback ke masa itu. 

Hai para mantan, taukah kalian aku pernah begitu berharap kalianlah yang menjadi tambatan hati. Karna yang aku impikan ketika menginjak usia kepala dua, aku sudah berhenti mencari.  Yah, sekarang harapanku hanyalah sebelum menginjak usia kepala tiga, aku sudah menemukanmu wahai jodohku.

Hal bodoh yang sering kulakukan, mencoba bertanya pada suhu, pada penjaga makam, pada seorang teman yang katanya terkadang bisa membaca nasib orang, "siapa jodohku, kapan dia datang?" Namun itu semua tak menjawab juga pertanyaanku. 

Yang kulakukan semata-mata untuk memuaskan keingintahuan ku saja, supaya aku tidak salah mengambil langkah. Think again, dengan bertanya pada mereka saja aku sudah merasa salah jalan.

Seringkali pemikiran itu masih berseliweran, karna aku merasa butuh jawaban pasti. "Ini hlo nak jodohmu" dengan jawaban yang spesifik mungkin. Seperti itulah yang kuinginkan.  Arghh, rasanya bodoh sekali aku.

"masalah perjodohan baik ya, yang penting jangan ragu-ragu"  yang jadi pertanyaan, jangan ragu dengan siapa? sedangkan ada indikasi dia sedang menjalin hubungan dengan wanita lain, bodohku saja masih mengharapkan suatu ketika akan menjadi lebih baik.

"sepertinya jodoh, cuma memang ada hambatan-hambatan sedikit"  sudah dikatakan jelas SEPERTINYA, bisa iya bisa tidak. LOL.

"nanti jodohmu itu pejabat, kamu kan mau coba daftar PNS, siapa tau jalannya disitu"   wah, pendaftaran CPNS kulewatkan begitu saja, jodohku sudah lewat dong artinya.

"jodohmu itu nanti inisalnya M, lebih cakep dari yang saat ini, memang belum ketemu, nanti setelah lulus kuliah baru akan dekat"   Jadi mikir, temanku siapa saja yang awalannya M, kog rasanya tidak ada?  Hmmmm.

Tapi sekarang aku lelah bertanya. Aku hanya ingin menjalani saja, hingga tiba waktumu (jodoh sesungguhnya) datang menyandingku.

Wahai kau orang yang sedang berada di sisiku saat ini. Hanya kata maaf yang bisa kuucap. Aku tau betapa engkau menunjukkan tekadmu untuk menjadikanku istrimu. Walaupun banyak syarat kuajukan, walaupun sudah seberapa sering kutunjukkan penolakanku padamu, walaupun pada akhirnya hubungan kita lebih sering menjadi putus nyambung. Tapi sesungguhnya aku selalu memberitahumu, bahwa saat ini aku hanya ingin sendiri, menjalin hubungan tanpa komitmen. Aku tak ingin terbeban dengan perasaanmu, aku lelah terus kau paksa untuk mempertahankan hubungan kita, karna betapa yakinnya engkau bahwa aku akan menjadi jodohmu. Yakinkan aku bahwa besok kita akan bahagia, hidup berlebihan atau minimal berkecukupan. Bukan janji seperti itu yang kuharap darimu, tapi lebih ke pengertianmu bahwa memang aku tak mempunyai rasa apapun terhadapmu. Saat ini aku bertahan denganmu, kurasa tidak lebih hanya rasa kasihanku kepadamu. Aku tak ingin kau kehilangan arah, aku tak ingin kau larut dalam kesedihan dan melakukan hal bodoh seperti yang sudah-sudah. Aku hanya tak ingin menghancurkan harapan seseorang. Namun, mengertikah engkau bahwa aku juga butuh untuk menata  hatiku? Sebelum aku mencintaimu, aku tak akan pernah benar-benar bisa di sisimu, karna saat ini di hatiku hanya ada penolakan untukmu. Kuharap engkau bisa membuka hati untuk yang lain. Jangan terpaku terhadapku saja. Karna bisa saja pintu itu tepat di depanmu, tapi kamu lebih memilih pintu yang lain.  

Yah, siapa yang tau jodoh kita datangnya darimana.

Aku tak pernah yakin dengan hubungan yang aku jalani. Aku sangat merasa bersalah karna membohongimu dengan perasaanku, namun aku tak tau harus berbuat apalagi. Dan maafkan aku juga, karna aku masih membuka pintu hatiku untuk orang lain. Dan untuk kemudian menutupnya ketika aku bertemu dengan jodohku.

Tuhan, kumohon dekatkanlah aku dengan jodohku saja, karna aku tak ingin menyakiti hati yang lain.

  • view 54