Memaafkan karna Kasih

Felicia Megasari
Karya Felicia Megasari Kategori Renungan
dipublikasikan 16 Juni 2017
Memaafkan karna Kasih

Hai teman (jika kau anggap aku temanmu bukan musuhmu),

siang ini melangkah ke dalam kapel, mengikuti misa Jum'at, apa kabarmu sebelum masuk ruangan ini?

aku selalu ingat, bahwa segala rasa dendam, hendaknya diselesaikan terlebih dahulu sebelum melangkah ke dalam gereja.

kebetulan sekali aku duduk tepat di belakangmu.

Apa yang harus kulakukan? apakah aku harus menyapamu? mendoakanmu? atau membiarkanmu seperti itu saja? aku sangat yakin, tak mungkin juga kau akan menatapku.

Sobat, aku mengulurkan tanganku, hendak ku ucap "Damai Kristus", tapi tak bersambut. 

Tak mengapa, aku hanya bermaksud membuka diri, jika toh tak kau balas, tak akan menjadi beban bagi hidupku.

Cuma satu yang kupikirkan, apa kesalahanku? Jika kau sadari, cobalah bercermin, masalah antara kita, tak berhubungan sama sekali, kau membenciku karna kau pikir aku merebut sesuatu yang berharga bagimu. Tidak, aku tak pernah melakukannya. Jika kau sadari kembali, sesuatu itu bukan milikmu. Tak berhak pula kau menghakimiku sobat.

Tapi sudahlah, aku tak ingin kau terluka dengan kebaikan yang ingin kulakukan bagimu. Menyadarkanmu bukanlah porsiku, karna dirimu sendiri tak mau berubah.

Jika kau menilai diriku hanya karna kesalahan yang kau pikir aku lakukan, nilailah semaumu.

Aku tak berhak menilai diriku, karna orang hanya tau siapa aku, bukan ceritaku. 

Aku tak ingin ada rasa tak nyaman antara kita, bahkan orang lain pun menyadarinya.

Aku memafkan segala perbuatan yang telah kau lakukan padaku. Jika kau berkenan membuka hatimu.

Berubahlah dengan cara berpikir yang lebih positif sobat, karna hidup dalam kebencian tak akan membawa keuntungan apapun bagimu.

Aku mengasihimu.

 

  • view 109