dunia tak seharmonis mimpiku

Febrina Mato
Karya Febrina Mato Kategori Kisah Inspiratif
dipublikasikan 01 Juli 2017
dunia tak seharmonis mimpiku

Dunia tak seharmonis mimpiku Pagi yang ku lihat setelah berdoa selalu terbayang akan mimpi indah yang ku impikan. Yah, cita-cita akan keluarga yang harmonis. Walau sebenarnya aku sedih akan realita yang ku impikan itu bukanlah yang terjadi sekarang. Aku selalu berdoa untuk bahagia dan damai bersama keluargaku. Namaku dede. Nama yang mungkin sebagian orang adalah nama kesayangan yang paling di banggakan. Tapi tidak yang terjadi di hidupku. Aku adalah anak yang ingin menjadi segalanya bagi keluargaku. Diriku kian aku paksa agar bisa menjadi tameng nantinya. Namun aku malu, aku malu pada dunia bahwa aku dan keluargaku adalah orang- orang asing satu sama lain. Zaman modern ini semakin membuat segala keadaan kian rumit. Dunia ajang kompetisi hidup manusia yang penuh kesesakan. Namun, hidupku tak akan menjadi sesak untuk orang-orang yang sering mengucilkanku. Baiklah, aku memulainya dengan menulis segala aktivitas dan keadaan yang aku rasakan setiap hari. Mengapa? Karena setiap orang tidak bisa membawa kepercayaan sampai pada titik penghabisan. Cita-cita, impian, kadang membuatku frustasi untuk mengapainya. Kapan, kapan, dan kapan? Hanya Tuhan yang tau. Apakah mimpi itu bisa ku raih? Mimpi seorang culun kali ya. Angan-angan yang ingin aku usahakan, menggaris di langit luas dan damai. Omong kosong! Tak pernah di hargai Tak pernah di dukung Itulah jelmaan kebahagiaan Yang ekspektasinya membahana Kesendirian seperti ini Sudah biasa. Memberikan ku hidup akan kebiasaan seperti ini. Harapan Harapan Harapan Berharap suatu hari nanti Aku mengenggam mimpiku itu. Berenang pada kehidupan senja Berawan halilitar yang keras Akan mengubah hidup ku Yang lemas Kusam dan lengah Menjadi……… Lebih menyenangkan. Biarlah kicauan Gurauan gundah gulana ini Menjadi lara pelipur Kegalauan diriku saat ini. Membakar hati yang damai Berkobar dalam kemarahan Terbawa angina deras lautan Terhempas bersama angina dan ombak Perlawanan setiaku Kalah akan pilu Desak sukma laraku Berhias merah tak heti Tuk bersorak kala nanti. Tulisan yang berhamburan sajak dan segalanya kala hatiku sedang berkecamuk. Menentaskan segala amarah hati yang ingin ku ukir di segala dinding mimpiku. Apalah dayaku, tak lengkap akan segala alur kehidupan yang bergulat di jalan menuju rumahku sendiri. “jika kamu ingin balas dendam, jangan lakukan dalam keadaan marah. Tetapi lakukanlah dengan kemampuan yang SUKSES hingga balas dendam tak terlihat hanya haus akan pengakuan.”

  • view 64