Array
(
    [data] => Array
        (
            [post_id] => 32062
            [type_id] => 1
            [user_id] => 17829
            [status_id] => 1
            [category_id] => 28
            [project_id] => 0
            [title] => dunia tak seharmonis mimpiku
            [content] => Dunia tak seharmonis mimpiku

Pagi yang ku lihat setelah berdoa selalu terbayang akan mimpi indah yang ku impikan. Yah, cita-cita akan keluarga yang harmonis. Walau sebenarnya aku sedih akan realita yang ku impikan itu bukanlah yang terjadi sekarang. Aku selalu berdoa untuk bahagia dan damai bersama keluargaku. Namaku dede. Nama yang mungkin sebagian orang adalah nama kesayangan yang paling di banggakan. Tapi tidak yang terjadi di hidupku. Aku adalah anak yang ingin menjadi segalanya bagi keluargaku. Diriku kian aku paksa agar bisa menjadi tameng nantinya. Namun aku malu, aku malu pada dunia bahwa aku dan keluargaku adalah orang- orang asing satu sama lain. 
Zaman modern ini semakin membuat segala keadaan kian rumit. Dunia ajang kompetisi hidup manusia yang penuh kesesakan. Namun, hidupku tak akan menjadi sesak untuk orang-orang yang sering mengucilkanku. Baiklah, aku memulainya dengan menulis segala aktivitas dan keadaan yang aku rasakan setiap hari. Mengapa? Karena setiap orang tidak bisa membawa kepercayaan sampai pada titik penghabisan. 
Cita-cita, impian, kadang membuatku frustasi untuk mengapainya. Kapan, kapan, dan kapan? Hanya Tuhan yang tau. Apakah mimpi itu bisa ku raih? Mimpi seorang culun kali ya. Angan-angan yang ingin aku usahakan, menggaris di langit luas dan damai. Omong kosong!
Tak pernah di hargai
Tak pernah di dukung
Itulah jelmaan kebahagiaan 
Yang ekspektasinya membahana
Kesendirian seperti ini
Sudah biasa.
Memberikan ku hidup akan kebiasaan seperti ini. 



Harapan
Harapan
Harapan
Berharap suatu hari nanti
Aku mengenggam mimpiku itu.

Berenang pada kehidupan senja 
Berawan halilitar yang keras 
Akan mengubah hidup ku
Yang lemas
Kusam dan lengah
Menjadi………
Lebih menyenangkan. 

Biarlah kicauan
Gurauan gundah gulana ini
Menjadi lara pelipur 
Kegalauan diriku saat ini.

Membakar hati yang damai
Berkobar dalam kemarahan
Terbawa angina deras lautan 
Terhempas bersama angina dan ombak 
Perlawanan setiaku 
Kalah akan pilu 
Desak sukma laraku
Berhias merah tak heti
Tuk bersorak kala nanti. 


Tulisan yang berhamburan sajak dan segalanya kala hatiku sedang berkecamuk. Menentaskan segala amarah hati yang ingin ku ukir di segala dinding mimpiku. Apalah dayaku, tak lengkap akan segala alur kehidupan yang bergulat di jalan menuju rumahku sendiri. 

“jika kamu ingin balas dendam, jangan lakukan dalam keadaan marah. Tetapi lakukanlah dengan kemampuan yang SUKSES hingga balas dendam tak terlihat hanya haus akan pengakuan.” 


            [slug] => dunia-tak-seharmonis-mimpiku
            [url] => 
            [is_commented] => 1
            [tags] => None
            [thumb] => file_1498918844.jpg
            [trending_topic] => 0
            [trending_comment] => 0
            [total_viewer] => 164
            [issued] => 0
            [author] => Febrina Mato
            [username] => FebrinaMato113
            [avatar] => file_1498926311.png
            [status_name] => published
            [category_name] => Kisah Inspiratif
            [type_name] => article
            [kode_multiple] => 
            [total_comment] => 0
            [total_likes] => 0
            [created_at] => 2017-07-01T21:20:44+07:00
            [updated_at] => 2018-10-01T20:20:41+07:00
            [deleted_at] => 
        )

    [process_time] => 32.248887ms
    [status] => 200
)