Jangan Minder Jadi Anak Average

fazar firmansyah
Karya fazar firmansyah Kategori Motivasi
dipublikasikan 08 Agustus 2016
Jangan Minder Jadi Anak Average

Tak perlu MINDER jadi anak AVERAGE.
 
Menjadi seorang juara yang penuh prestasi, punya kecerdasan tinggi, dan bakat mumpuni mnejadi kebanggaan tersendiri dalam torehan sejarah hidup. Bagi mereka yang mempunyai kualifikasi diatas rata-rata mungkin akan dengan mudah mendapatkan raihan tadi untuk mengukir prestasi. Bagaimana dengan mereka yang kualifikasinya biasa-biasa saja atau bahkan dibawah standar? Pastinya butuh perjuangan extra. Dari mulai extra belajar, extra berdoa, dan extra bersabar.
 
Terlahir menjadi anak average dengan bakat dan potensi yang belum sepenuhnya diketahui dan dimaksimalkan memaksa kita untuk bisa menemukannya dan terus dieksplorasi. Hal inilah yang dialami saya, seorang anak biasa yang selalu ingin bisa. Saya termasuk golongan anak average. Tidak pernah juara kelas, juga tidak pernah tidak naik kelas. Namun punya rasa keingintahuan yang cukup tinggi. Meskipun tidak setiap hal ingin diketahui. Hanya yang benar-benar yang sesuai minat saja.
 
Melihat teman-teman dan orang lain mendapatkan predikat juara dengan segudang prestasi kadang membuat kita menciut dan merasa kerdil bagi sebagian orang. Minder kerap kali muncul disaat kita membandingkan kelebihan yang dimiliki orang lain dengan kelemahan yang dimiliki diri. Dengan kata lain bisa dibilang minder adalah awal kemunduran. Bagaimana mau maju kalau kita minder dan terpenjara dalam rasa ketidakmauan kita untuk belajar.
 
Ada 4 cara untuk bisa terlepas dari belenggu rasa minder:

1. Bersyukur. 
Dengan mensyukuri karunia yang telah diberikan-NYA kita jadi bisa memaksimalkan potensi dan kelebihan diri.
 
2. Fokuslah pada kelebihan
Jangan terpaku dan fokus pada kekurangan. Fokuslah pada kelebihan dan jangan pernah membandingkan kelebihan orang lain dengan yang kita miliki. Bandingkanlah diri kita kemarin dengan hari sekarang dan seterusnya.
 
3. Bergaul dengan lingkungan positif
Cari lingkungan yang tidak hanya berperilaku positif tapi juga mendukung potensi kita dan mau menerima kita dengan segala potensi diri yang dimiliki.
 
4. Selanjutnya hilangkan alasan, tumbuhkan harapan. Buang keraguan dan hadirkan kemauan.
 
Jangan minder menjadi anak average. Karena kalau bukan kita yang bisa mengubah diri ini, siapa lagi? Minder adalah awal dari kemunduran. Dan terlahir jadi anak average adalah modal utama untuk bisa menjadi yang luar biasa. Dan membuktikan pada semua orang jika kita BISA dan mampu menjadi yang LUAR BIASA.
 
Dari: Anak biasa yang ingin selalu bisa.
 
 

  • view 163