Pekerja (lepas), kantor dan kopi

fayza sari
Karya fayza sari Kategori Catatan Harian
dipublikasikan 02 Oktober 2016
Pekerja (lepas), kantor dan kopi

Rumah -> tempat kerja -> kedai kopi

Kalau ditanya sesering apa bawa kerjaan di kedai kopi? Sering banget, apalagi pas deadline udah mepet dan pikiran juga kurang kondusif untuk diajak buka netbook di kamar. Jadilah kedai kopi ialah opsi untuk ngerjain kerjaan ditemenin secangkir kopi mocca atau apa aja dan kadang musik jazz yang jadi backsound. Nah kerjaan yang bisa saya kerjain di mana-mana ialah edit naskah untuk buku. Mungkin salah satu hal yang menyenangkan sebagai editor lepas adalah kita bebas bawa kerjaan ke mana-mana, meskipun tantangannya ngejar target supaya bisa tepat waktu sehingga tidak mengecewakan klien. Pusing juga kalo side job ini kurang bersahabat dengan adanya lembur di tempat kerja.

Saya punya pekerjaan utama, nah ini yang bikin stres bisa berhari-hari. Karena kira-kira 7 jam (jika tepat waktu, tapi kebanyakan molor pulangnya) saya di sana. Mengelola sebuah lembaga pendidikan untuk anak usia dini. Kalau orang lain liat, ‘halah kerja di tempat gitu doang’, sini tuker posisi sama saya, cobain deh. Hehe. Alhamdulillah, saya cuma bantuin manajemen perkantoran dan keuangannya aja. Dan itu ribet namun menyenangkan. Ribet karena saya pemikir, dan menyenangkannya karena saya suka manajemen (keuangan dan perkantoran). Alhamdulillah juga, saya ngga pegang kurikulum. Guys, baru nyadar guru itu pinter banget, mereka nyambung kalo bahas kurikulum. Nah saya, celingak-celinguk dan ngangguk-ngangguk aja di antara mereka. Alhamdulillah partner saya di kantor, menyenangkan juga. Sudah beberapa kali ganti, semua nyenengin.

Lembaga yang saya kelola ini sudah berusia 17 tahun, dan saya di sana jalan 9 tahun. Saya mungkin tidak ikut membesarkan mulai dari awal (istilahnya mbabat alas ya?), sewaktu saya masuk, lembaga ini sudah besar dengan peminat yang memenuhi target. Tugas saya hanya merapikan-mempertahankan yang sudah baik dan membuat manajeman lebih baik lagi. Mulai dari segi pelayanan, pemberian kepercayaan, kerapian fillingcash flow dan semacamnya. Seru? Iya. Saya juga bertemu banyak orang. Menerima komplein rekanan, komplein warga komplek (karena parkir mobil yang berderet-deret, maafkan kami) dan komplein orang tua. Tapi banyak juga yang ngasih ucapan terima kasih karena sudah bekerja sama dengan baik. Ah terharu kalo yang ini. Hehe.

Khusus tahun ini, saya merasakan pengerjaan manajemen keuangan yang paling rapi. Setiap hari saya update pengeluaran belanja, update pemasukan lalu di-entry di komputer. Laporan tahunan pun rutin saya kerjakan berkala di tiap bulan. Itu pun saya entry setiap hari di komputer. Pencatatan yang saya lakukan ada 2, sistem komputer dan manual. Karena saya harus siap ketika mati lampu atau data tiba-tiba hilang sebelum di-back up di hard disk ekternal lalu mendadak owner atau yayasan meminta semua laporan.

Dan entah kenapa tahun ini, sebelum tempo laporan tahunan tiba, ada selisih yang saya temukan di laporan saya. Selisih kurang pemirsa, dan nominalnya cukuplah buat beli tas Guess kulit cangklong panjang yang asli (bukan KW) di pertokoan terkenal. Hehe. Dan yang saya lakukan berikutnya adalah diem dulu, minum kopi latte dulu, nge-list winamp dulu, lalu menenangkan hati serta pikiran, hehe. Oh iya, kerapian meja dan sekeliling kantor juga menentukan ketenangan lho. Kalo sekeliling kondusif buat mikir, insyaAllah beban kerjanya ngga berat-berat amat. Masih bisa ketawa-ketawa di kantor ketika dibecandain. Hehe.

Setelah ritual menenangkan hati serta pikiran udah dilakukan, saatnya meminta bantuan partner untuk menemani membawa file ke kedai kopi terdekat. Yang perlu dipersiapkan adalah barang-barang pendukung. Misalnya kertas bekas cukup 3 lembar aja, file yang dibutuhkan untuk dikerjakan (waktu itu saya hanya bawa 3 lembar aja, hehe), tipe ex kertas, pensil mekanik, penghapus dan kalkulator citizen. Kesemuanya dimasukkan ke dalam clear holder tipis. Lalu pergilah ke tempat kopi terdekat selepas sholat maghrib, pikiran masih fresh ya dan setelah itu pesanlah kopi mocca atau coklat panas. Voila, ada setitik harapan di laporan saya. Meskipun persoalan belum selesai. Hehe. Namun dari sana cikal-bakal keseimbangan laporan saya ditemukan di bulan berikutnya. Yey. Alhamdulilah.

Kalau ditanya pekerjaan mana yang lebih menyenangkan, karyawan atau editor lepas? Keduanya sama-sama punya tantangan bekerja yang berbeda. Yang penting jujur aja ngejalanin semuanya. Ikhlas aja dan diniatin ibadah. Rezeki itu Allah yang mengatur, tinggal bagaimana cara kita menjemputnya.

Kalau ditanya kelak pekerjaan mana yang diinginkan, karyawan atau editor lepas? Insya Allah saya memilih editor lepas. Karena bekerja di rumah yang saya inginkan, sembari mendidik anak-anak saya kelak dan mengurus keluarga dengan lebih fokus. Doanya ya. Semoga.

Rumah Aries | Agustus 2016

(www.omahukhti.wordpress.com)

 

  • view 109