Merawat Persahabatan

fayza sari
Karya fayza sari Kategori Catatan Harian
dipublikasikan 06 Mei 2016
Merawat Persahabatan

Pertanyaannya adalah mulai kapan saya suka bunga? Saya suka kopi Hazelnut, bukan bunga. Hehe. Terus kalau ditanya, jika dikasih bunga suka nggak? Suka banget, karena pemberian itu artinya diperhatikan dan bisa juga ternyata Allah memberi kita kode untuk mengambil pelajaran perihal ‘memberi sesama’ ini.

Di awal tahun, saya suka mengingat-ingat siapa saja yang berulang tahun. Terutama untuk sahabat atau teman dekat, sekedar memberi ucapan atau hadiah kecil sebagai pengingat bahwa mereka berarti di hidup kita. Apakah saya suka dikasih kejutan? Tidak, karena seringkali kejutan membuat saya bertingkah aneh di depan umum. Tapi saya suka jika dihargai atau diperhatikan. Baik dengan keluarga, sahabat atau teman dekat. Makanya tak jarang pula saya juga ingin membuat mereka bahagia dengan perhatian kecil.

Mencatat lagi kesukaan mereka atau hal yang mereka butuhkan, tak jarang pemberian saya failed, hehe. Dengan permintaan maaf, saya bilang “tahun depan bilang ya pengennya apa.” Hehe. Hal lain ucapan ulang tahun yang terlalu cepat atau telat, saya suka ngeles “lho bukannya sekarang ya? Ah salah lihat kalender kayaknya.” Haha.

Mempertahankan persahabatan atau pertemanan itu tidak mudah. Biasanya alam akan mem-filter, siapa teman dekat yang tetap bertahan di samping kita apapun kondisi yang sedang kita hadapi. Dan mereka yang kelak akan menjadi deretan di top sahabat terbaik versi kita.

Apakah saya mulus-mulus aja membina hubungan baik dengan mereka? Tidak, pasti ada kerikil, namun toh kerikil atau batu berduri sekalipun tidak bisa mengalahkan yang namanya ketulusan.
Beberapa bulan yang lalu, saya sempat menumpuk kerikil di hati dengan salah satu sahabat saya. Dia mengira, saya marah karena jarang bertemu ketika dia di Malang. Jawabannya? Saya tidak mungkin marah untuk hal teknis semacam itu. Saya lebih memilih bercanda bareng atau berdiskusi sesekali waktu ketika bertemu namun pertemuan tersebut berkualitas. Membawa spirit baru ketika mereka pulang. Buat apa bertemu sesering mungkin, tapi pertemuan tidak berkualitas. Big No No. Perlu pemahaman juga, bahwa sahabat kita tersebut juga milik orang banyak, dia pasti juga punya teman dekat selain kita. Seperti halnya kita kan?

Saya menempatkan mereka di posisi terbaik, dengan cerita kami masing-masing. Saling memberi itu selalu saya lakukan. Terutama memberi kabar. Sederhana ya. Memberi kabar itu sangat “berarti”, karena ada ketulusan di sana. Menanyakan apakah keluarganya baik-baik saja? Apakah tes kerjanya aman? Apakah usahanya lancar.
Memberi ucapan ulang tahun? Mengucapkan selamat atas usaha barunya? Memberi hadiah kecil di hari penting mereka? Terlebih menjadi orang pertama yang bersedia mendengar ketika mereka sedang menghadapi persoalan.

Kita bisa berbagi dengan memberi. Memberi hal sederhana yang ketulusannya melebihi materi. Sahabat itu saling memberi arti.

Jadi mulai sekarang, belajar merawat persahabatan dengan baik. Kehilangan materi, masih bisa dicari. Jika kehilangan sahabat?

Lama sudah bersama
Memberi arti di hati
Hari pasti berganti
Namun kau tetap di sini

Berbagi semua kisah
Canda tawa serta ceria
Airmata dalam duka
Kita masih bersama

-Sahabat setia, Andien-

 

Omahukhti | Januari 2016

  • view 121