Sebuah Kado dari Ula

fayza sari
Karya fayza sari Kategori Catatan Harian
dipublikasikan 17 April 2016
Sebuah Kado dari Ula

Beberapa kali saya sering menghitung lalu memutuskan untuk tak menghitung lagi (karena menghitung kejutan-Nya, bukan kuasa manusia). Bahwa ketika kita mengesampingkan keinginan kita dan memprioritaskan kebutuhan yang lain dan tentunya lebih penting, maka tunggu saja kejutan dari-Nya.

Sering kali pula sesampainya di sebuah toko swalayan, meletakkan kembali kopi latte premium dan berganti susu skim low fat untuk papa dan ibu yang berada di keranjang belanjaan. Dan besoknya dapat kopi latte gratis plus buku dari kawan yang suka berdiskusi, padahal kami jarang bertemu.

Atau ketika ‘merasa’ menghadapi hidup sendiri saja, dan merasa tak asyik menjalaninya sendiri (berbeda dengan lirik lagunya KuntoAji, hehe), sementara keringat peluh mengering seiring dengan keluhan di malam hari, lalu tiba-tiba flat shoes semi sneakers diantar ke kantor oleh sepasang suami istri, flat shoes yang sering saya lupakan ketika me-list belanja bulanan. Hehe.

Mungkin saya dilahirkan oleh Allah dengan deretan prioritas kebaikan di hidup saya, prioritas untuk membahagiakan yang lain terlebih dahulu. Deretan prioritas yang tak kunjung habis hingga sisa usia. Dan saya mensyukurinya. Karena menerima amanah dari Allah pun adalah pilihan dari-Nya.

Lebih dari itu, Allah banyak sekali mengganti kesedihan-kedukaan-atau bahkan mungkin musibah yang akan menimpa saya, dengan kecukupan. Saya, tentu saja mensykurinya.

Beberapa hari yang lalu, Ula (kawan saya pas TK, dan kami tinggal di jalan yang sama, jalan Aries) tiba-tiba menanyakan alamat lengkap. Perempuan aneh, rumah dekat dan katanya ingin memberi sesuatu via jasa pengiriman paket. Nah aneh kan. Kalau ditanya lagi kapan kami terakhir bertemu, tahun 2014 ketika makan malem bareng keluarganya dia, beberapa bulan sebelum dia menikah. Setelah itu pesan singkat yang kami kirimkan via ponsel, sekedar saling menanyakan kabar dan memastikan bahwa kami masih ‘ada’ satu sama lain.

Di suatu sore, dengan keletihan bekerja. Masuk kamar, dan melihat sepaket dari Ula datang. Saya mengira sebuah karyanya dia. Entah tulisan, atau ukiran. Jujur, saya mengagumi bakat seninya dia. Memutuskan untuk membersihkan diri sebentar dan merapikan isi tas sepulang kerja. Lalu membuka paket tersebut.

 

Sebuah tas casual cangklong panjang, berwarna coklat tua dan orange pastel, dan sepucuk doa. Kata Ula,

 

Happy Birthday to you.
Semoga terjadi Tsunami rezeki dalam hidupmu tahun ini. Aamiin. Ula:)

 

Bulan Mei masih bulan depan, tapi rupanya Allah mempercepat datangnya kejutan di kamar saya.

‘Ruangan’ ini bukan ucapan terima kasih. Lebih dari itu, Allah memberi rezeki Tsunami yang lebih dahsyat untuknya. Semoga. Aamiin.

Kamar Aries | 9 April 2016

 

Note: Untuk Ule, maukah sekedar minum teh lalu berdiskusi bersama? bukan untuk membalas kebaikan, namun kata seorang kawan saya, diskusi adalah salah satu ritual untuk membuat kehidupan lebih berkah. Maukah?:)

 

  • view 154