Jodoh bukan milik kita berdua

Fauzan Mauludi
Karya Fauzan Mauludi Kategori Cerpen/Novel
dipublikasikan 07 Juni 2017
Jodoh bukan milik kita berdua

Cerita lika liku Cinta selalu saja asik dibicarakan.  Sebagaimana kita tau bahwa Cinta merupakan hal yang memang Indah. 

Tapi itu tergantung dari mana kita memandangnya. 

Seperti kisah Cinta adam dan hawa,  kisah Cinta pertama yang turun dari surga,  istimewanya mereka adalah pasangan sejati yang terpisah karna melanggar peraturan surga,  merek terpisah nun jauhnya,  tapi mereka kebali bersua di jabal rahmah dengan rahmatnya,  ada peran dibalik layar. 

Allah memang selalu mempunyai cara untuk membuat hambanya kembali bersimpuh dalam dekepan Cinta dan Kasih sayang. 

Istimewanya lagi,  kisah Cinta pertama ini adalah,  mereka tak pernah berbicara soal mantan. 

Siapa mantan?  Entahlah... 

Lalu,  ada kisah yusuf da zulaikha,  dan juga atau kisah Cinta romantis sedunia muhamad dan khadijatul kubra. 

Kamu cerita dimana nabi muhamad pulang larut malam dan tidur di depan pintu karna tak tega membangunkan istrinya khadijjah?  

Yang padahal khadijjah sudah menunggu kepulangan nabi hingga tertidur dibalik pintu juga.  Wajah mereka hanya terhalang pembatas pintu yang terbuat dari kayu,  lalu,  kisah Cinta mana yang pernah seromantis ini? 

Aku dan kamu. 

Waktu selalu berlalu begitu cepatnya detik ke menit,  menit ke jam,  jam,  hari,  hari ke Bulan,  dan Bulan ke tahun. 

Aku selalu menginginkan kisah seromantis para pendahulu kita,  aku ingin memelukmu di pinggir lautan duduk berdua melihat panorama sunset yang akan meninggalkan senja. 

Aku suka Batang hidungmu yang  menggoda itu. 

Hei,  lihat tawamu tak kalah Indah dengan pemandangan didepan kita. 

Atau aku akan mengajakmu ke tempat-tempat eksotis bernuansa romantis di daerah jogja,  Kulon progo sana. 

Setauku,  jogja adalah kota teromantis senusantara. 

Semua yang tersimpan dalam ingatan namun tak terealisasikan oleh kata, beberapa keputusan tidak bisa diubah,  tapi masih bisa disesali. 

Cintapun demikian,  aku dan kamu belum menjadi kita. 

Cinta bukanlah milik kita selama aku belum bisa menaklukan kedua orang tuamu. 

Cinta bukan milik kita selama undangan atas nama kita belum di cetak dan disebar ke teman-teman kita. 

Cinta bukan milik kita,  selama aku dan papamu belum berjabat tangan mengucapkan ikrar janji untuk sehidup sesurga membersamaimu. 

Aku dan kamu saling suka,  atau saling cinta bukan berarti kita saling memiliki. 

Tapi,  jika aku bisa menaklukan kedua orang tuamu selamanya kita akan menjadi kita. 

Mungkin seperti ini,  beribu-ribu kali kamu ucapkan cinta padaku,  aku takkan percaya.  Tapi jika kamu katakan sedia membersamaiku pada waliku,  maka selamanya aku milikmu.  Demikianlah. 

 

  • view 123